Kembangkan Mobil Multiguna Pedesaan

[caption id="attachment_2037" align="aligncenter" width="800"]Pembukaan IIMS 2018 Menperin Airlangga Hartarto. FOTO: KEMENPERIN[/caption]

JAKARTA-SUREPLUS: Pembukaan IIMS 2018, Kamis (19/4/2018) di Jakarta, Menperin menyampaikan laporan, bahwa pihaknya telah memfasilitasi lahirnya produk angkutan yang dirancang untuk meningkatkan perekonomian di pedesaan. Produk kendaraan ini dinamakan Alat Mekanis Multiguna Pedesaan atau AMMDes.

“Kendaraan ini menyediakan dua fungsi sekaligus, yakni fungsi transportasi penumpang dan hasil pertanian dari desa ke kota serta sebagai alat produksi pada kegiatan ekonomi pedesaan di sektor perkebunan, pertanian, peternakan, dan perikanan,” paparnya seperti dikutip dari situs Kementrian Perindustrian, Kamis (19/4/2018).

Menurut Menperin, pengembangan AMMDes diharapkan membuka peluang besar bagi pelaku industri nasional untuk menguasai kemampuan litbang, terutama rancang bangun dan desain otomotif yang memanfaatkan rantai pasok sepenuhnya dari ‎dalam negeri,serta mengutamakan peran industri kecil dan menengah (IKM)‎.

Untuk itu, melalui ajang IIMS 2018, Kemenperin memberikan dukungan nyata untuk mengenalkan AMMDes kepada masyarakat luas. “Kami ingin menunjukkan semangat kemandirian bangsa dalam penguasaan teknologi sekaligus semangat pengembangan ekonomi pedesaan,” tegas Menperin.

Di paviliun AMMDes, Kemenperin memfasilitasi empat perusahaan dalam negeri, yaitu PT Kiat Mahesa Wintor Indonesia dengan pre-prototype AMMDes merek KMW, PT Velasto Indonesia menampilkan konsep Wintor Kilimanjaro, CV Karya Hidup Sentosa dengan Quick Tractor, dan PT FIN Komodo Teknologi memamerkan FIN Komodo. Selain itu, ditampilkan berbagai komponen AMMDes merek KMW dan komponen Quick Tractor produksi dalam negeri.

“Produk-produk itu merupakan hasil rancang bangun dan kerja nyata anak bangsa,” kata Airlangga. Oleh karenanya, Kemenperin menjadikan pameran IIMS ini sebagai momentum untuk memperlihatkan kemampuan industri dalam negeri di bidang penguasaan teknologi otomotif.

“AMMDes dilengkapi spesifikasi teknis khusus untuk dapat mengakses daerah-daerah yang selama ini pembangunan infrastrukturnya tertinggal. Dengan AMMDes, akses akan lebih mudah dan diharapkan dapat menstimulasi kegiatan ekonomi di wilayah tersebut untuk mengurangi ketimpangan antara desa dan kota,” ucapnya.

Menperin menegaskan, pemerintah berupaya mempercepat pengembangan AMMDes untuk memacu kegiatan ekonomi pedesaan dan penguasaan teknologi tepat guna. Hal ini sejalan dengan semangat NAWA CITA Jokowi-JK untuk membangun Indonesia dari pinggiran, serta mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis.

Kemenperin terus berupaya memaksimalkan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) AMMDes melalui konsolidasi pelaku industri dalam negeri. Upaya tersebut telah berhasil membangun komitmen kerja sama sebanyak 72 industri dalam negeri untuk siap menjadi pemasok komponen AMMDes dan sebagian besarnya merupakan IKM danOriginal Component Manufacturer (OCM) dalam negeri.

“Saat ini, industri dalam negeri telah mampu memproduksi 183 jenis komponen atau setara 68 persendari total nilai komponen AMMDes. Ke depannya, kemampuan pasok tersebut akan terus didoronguntuk ditingkatkan,” ungkap Menperin.(PRS/ZAL)

Editor: Fahrizal Arnaz

Posting Komentar

0 Komentar