Indonesia-Jepang Tingkatkan Kerja Sama Infrastruktur

[caption id="attachment_2173" align="aligncenter" width="800"]Hubungan Diplomatik Indonesia-Jepang Memperingati 60 tahun kerjasama Indonesia dan Jepang digelar simposium Peringatan 60 tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-Jepang di Tokyo, Jumat (20/04/2018). FOTO: PUPR.GO.ID[/caption]

TOKYO-SUREPLUS: Memperingati 60 tahun kerjasama Indonesia dan Jepang digelar simposium Peringatan 60 tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-Jepang di Tokyo, Jumat (20/04/2018). Kerjasama Indonesia dan Jepang di bidang infrastruktur memang telah berlangsung lama dan terus berkembang.

Simposium di Tokyo tersebut dihadiri Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas, Bambang Brojonegoro mewakili Wapres Jusuf Kalla.

Seperti dikutip dari Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR di situs pupr.go.id, Sabtu (21/04/2018), turut serta dalam kunjungan tersebut adalah Utusan Khusus Presiden untuk Jepang Rahmat Gobel, Ketua Tim Ahli Wakil Presiden Jusuf Wanandi dan Dirjen Cipta Karya Sri Hartoyo.

Dalam sambutannya Menteri Basuki menyampaikan berbagai kemajuan Indonesia dalam meningkatkan daya saing, salah satunya melalui pembangunan infrastruktur. Selain itu juga disampaikan peluang kerja sama dalam sejumlah proyek pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Di antaranya, kata Basuki, adalah jalan tol, SPAM Regional Mamminasata (Makasar, Maros, Sungguminasa dan Takalar), Rural Settlement Infrastructure Development (RSID), Jakarta-Sewerage Development Project - Zone 1 and Zone 6 dan infrastruktur bencana Gunung Sinabung, Semeru, Kelud, Lokon, dan Gamalama.

Kerjasama di bidang jalan tol yakni pembangunan Tol Padang-Pekanbaru Seksi II Sicincin-Payakumbuh sepanjang 78 km yang diharapkan pendanaannya dapat melalui pinjaman lunak dengan dengan bunga rendah dan tenor panjang Pemerintah Jepang.

Pada ruas tersebut terdapat pembangunan lima terowongan dengan total panjang 8,9 km yang menembus Bukit Barisan. Jepang berpengalaman dalam pembangunan terowongan panjang sehingga diharapkan ada alih pengetahuan dan teknologi.

Selain itu, keterlibatan Jepang juga diharapkan dapat meningkatkan kelayakan investasi jalan tol akses Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Biaya investasi tol sepanjang 40 km ini diperkirakan mencapai Rp 5,35 triliun. Pelabuhan Patimban sangat dibutuhkan untuk mengurangi beban Pelabuhan Tanjung Priok.

Sehari sebelumnya, Menteri Basuki melakukan pertemuan dengan Mantan Perdana Menteri Jepang Yasuo Fukuda, Penasihat Khusus Perdana Menteri Jepang Hiroto Izumi dan Direktur JBIC (Japan Bank for International Cooperation) Tadashi Maeda.

Di sela kunjungan, rombongan dari Kementerian PUPR diundang untuk berkunjung ke ruang pamer Toshio Gypsum Co. Lt dan diterima oleh Presiden Direktur Eisaku Sudo. Perusahaan ini telah membangun pabriknya di Indonesia di Deltamas Karawang yang akan diresmikan bulan April 2018 ini. Produk gypsum ini merupakan bahan dinding yang ringan dan kedap suara, diolah dari bahan recycle bekas bangunan. (PRS/AZT)

Editor: Aziz Tri P

Posting Komentar

0 Komentar