IAPE Bantu Tingkatkan Produktivitas Industri Pakaian

[caption id="attachment_2513" align="aligncenter" width="800"]Indonesia Apparel Expo Pameran Indonesia Apparel Expo (IAPE) 2018 di Grand City Mall Surabaya, Minggu (29/04/2018) merupakan pameran mesin dan industri produksi pakaian (apparel production). FOTO: SUREPLUS/RAHMAD SURYADI[/caption]

SURABAYA-SUREPLUS: Perkembangan pasar industri teknologi kini semakin bertumbuh pesat. Seiring dengan tumbuh pesatnya teknologi ini, maka sektor industri garment, sepatu, tas dan aksesoris mengalami peningkatan ekonomi pula.

Seperti halnya Pameran Indonesia Apparel Expo (IAPE) 2018 di Grand City Mall Surabaya. IAPE merupakan pameran mesin dan industri produksi pakaian (apparel production).

“Pameran ini menyajikan proses produksi dari bahan kain hingga barang jadi. Sehingga akan tersaji rantai model bisnis yang komprehensif,” kata Wildan Briya Arsaha, Project Manajer PT Moremedia Kreasi Indonesia, Minggu (29/04/2018) sore.

Selain bisa berkesempatan melihat secara langsung proses produksi, pengunjung juga dapat berdiskusi dengan pihak industri guna mengetahui tentang kalkulasi bisnis maupun efektifitas mesin saat digunakan.

“Istilahnya pemeran ini dikemas secara business to business. Tak hanya mengutamakan transaksi, namun ada nilai edukasi. Yaitu memberi informasi terkait bisnis dan ekonomi kepada pengunjung,” ucapnya.

Menurutnya, adanya faktor pengusaha industri yang kreatif membuat pasar produksi dan penjualan semakin meningkat, serta kapasitas produksi yang memadai. “Salah satu sektor yang terpenting adalah teknologi. Karena saat ini industri teknologi sudah mengalami perubahan yang siginifikan. Serta mampu meningkatkan kapasitas produksi industrinya,” jelasnya.

Dalam pameran tersebut, ada stan khusus dari Asosiasi Persepatuan Indonesia (Asprisindo) yang menampilkan beragam kerajinan dengan berbahan dasar kulit seperti tas, sepatu, jaket serta masih banyak yang lainnya.

“Produk kulit memang paling banyak digandrungi oleh pengunjung. Dan produksi bahan baku kulit pun bisa dikembangkan lagi dengan tambahan aksen batik bordir serta banyak ide kreatif yang lain,” ujarnya.

Pemeran yang digelar mulai 26 April sampai 29 April ini menampilkan berbagai macam perusahaan. Tercatat ada 25 perusahaan yang turut berkontribusi di ajang pameran ini. (RAHMAD SURYADI/AZT)

Editor: Aziz Tri P

Posting Komentar

0 Komentar