Gresik Punya Taman Teknologi Pertanian Plus, Seluas 10 Hektar

[caption id="attachment_2469" align="aligncenter" width="800"]Taman Teknologi Pertanian Bupati Gresik Dr Sambari Halim Radianto usai meresmikan Kantor Taman Teknologi Pertanian (TTP) Plus di Desa Sukodono Panceng, Gresik, Sabtu (28/04/2018). FOTO: SUREPLUS/SAHLUL FAHMI[/caption]

GRESIK-SUREPLUS: Setelah mengelilingi keberadaan Taman Teknologi Pertanian, Bupati Gresik Dr Sambari Halim Radianto menyatakan kebanggaannya. “Dengan keadaan seperti yang sekarang ini, saya sudah sangat senang dan bangga,” kata Bupati Sambari saat meresmikan Kantor Taman Teknologi Pertanian (TTP) Plus di Desa Sukodono Panceng, Sabtu (28/04/2018).

Memang, TTP seluas 10 hektar ini masih belum selesai seluruhnya. Namun diperkirakan pada Bulan Juli 2018 seluruh bangunan TTP ini sudah selesai. Direncanakan pada Bulan Juli 2018 seluruh bangunan TTP ini akan diserahterimakan dari Pemerintah Pusat (Kementerian Pertanian-red) kepada Pemerintah Kabupaten Gresik.

Pada kesempatan ini, Bupati menyampaikan terima kasih kepada PT Polowijo Gosari yang telah menyumbangkan lahan seluas 50 hektar. Lahan seluas 50 hektar sumbangan H Arifin, pemilik PT Polowijo tersebut. Tapi yang 10 hektar dipakai untuk proyek TTP sedangkan yang 40 hektar tetap digunakan sebagai waduk.

“K edepan Kawasan ini menjadi Kawasan wisata Agro, wisata air dan wisata edukasi. Kawasan ini akan terkoneksi dengan kawasan sekitar untuk menjadi Kawasan wisata masa depan. Ada wisata bahari di Desa Ngimboh, wisata air tawar Banyubiru dan wisata Pantai Delegan,” tandas Sambari di hadapan para undangan yang terdiri dari Kepala OPD, Kelompok tani serta dari Kementerian Pertanian.

Saat berkeliling, Bupati sempat melihat pengembangan sapi jenis unggul yang sudah dipelihara di tempat tersebut. Dari 54 ekor sapi yang dipelihara awal sejak beberapa waktu lalu, kini sudah menjadi berkembang biak menjadi 71 ekor dengan rincian indukan 47 ekor, pejantan empat ekor, sapi anakan (pedet) 20 ekor. Dan ada sapi yang bunting sebanyak 25 ekor.

Kepala Dinas Pertanian Agus Joko Waluyo menyatakan, pengembangan sapi di TTP ini bukan bersifat keuntungan semata, namun untuk pengembangan pengadaan sapi unggul di Gresik. “Namun ke depan sesuai arahan Bupati, akan diarahkan untuk keuntungan dengan mencatat berat awal, waktu pengembangan dan biaya pemeliharaan. Tentu akan dihitung lebih detail,” katanya.

Di tempat itu juga ada pengolahan pasca panen. Misalnya, ada pembuatan makanan ternak dari bungkil jagung, jajanan yang berbahan dasar jagung, es krim dari jagung serta pembuatan dodol mangga. Seperti yang disampaikan oleh kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur, Dr Ir Chendy Tafa Kresnanto MP.

“Semua Pengolahan pasca panen dari hasil di TTP ini akan kami adakan, karena kami punya ahli di bidang itu,” katanya. Chendy yang juga mewakili dari pihak Kementerian Pertanian juga berjanji akan menyelesaikan semua TTP ini dan bisa segera diserahterimakan pada Juli 2018. (SAHLUL FAHMI/AZT)

Editor: Fahrizal Arnaz

Posting Komentar

0 Komentar