Gelar Ngopi Sore di Washington DC

[caption id="attachment_2140" align="aligncenter" width="800"]kopi premium asal Indonesia KBRI Washington DC mengundang para pemilik kedai kopi, barista, tempat pengolahan kopi, importir, dan peminat kopi untuk bersantai dan saling bertukar cerita tentang kopi. FOTO: TWITTER @KEMENDAG[/caption]

WASHINGTON-SUREPLUS: Mengajak masyarakat Amerika Serikat (AS) mengenal kopi premium asal Indonesia, Atase Perdagangan (Atdag) Washington DC menggelar acara bertajuk Ngopi Sore, Jumat pekan lalu di Washington DC, AS.

Seperti dikutip dari berita perdagangan di situs kemendag.go.id, Sabtu (21/04/2018), KBRI Washington DC mengundang para pemilik kedai kopi, barista, tempat pengolahan kopi, importir, dan peminat kopi untuk bersantai dan saling bertukar cerita tentang kopi.

“Kami ingin menyampaikan cerita di balik biji kopi premium asal Indonesia. Konsumen di AS sangat tertarik pada cerita di balik apa yang mereka konsumsi,” tutur Atdag Washington DC Reza Pahlevi.

Pada acara kali ini, Reza menjelaskan kepada para tamu undangan bagaimana kopi sudah menjadi bagian hidup orang Indonesia. Di daerah sentra produksi seperti Aceh dan Flores, masyarakat merayakan masa panen dan tanam kopi dengan upacara adat. Sementara itu di kota besar, minum kopi sudah menjadi gaya hidup bagi generasi milenial.

Acara Ngopi Sore diawali dengan pemutaran teaser film dokumenter tentang kopi bertajuk Legacy of Java bersama sang sutradara, Budi Kurniawan. Film tersebut merupakan kelanjutan dari film dokumenter Aroma of Heaven yang pernah ditayangkan pada Specialty Coffee Association of America (SCAA) Expo di Atlanta, Georgia, tahun 2016 lalu. Pada perhelatan tersebut, Indonesia tampil sebagai Portrait Country tahun 2016.

“Film kedua ini merupakan rangkaian dari heptalogi Aroma of Heaven. Fokus film menceritakan tentang coffee scenery di kota besar di Jawa dari kacamata pelaku usaha kopi, serta tumbuhnya kepedulian para petani di desa terhadap aspek keberlanjutan dari tanaman kopi. Dengan demikian, para pebisnis kopi di AS bisa mendapatkan gambaran tentang situasi perkopian nasional dan tergerak untuk membantu petani,” ujar Budi.

Selain Budi, pemilik Vigilante Coffee Shop di Maryland, Chris Vigilante turut menceritakan pengalamannya ketika mengeksplorasi daerah asal kopi Indonesia pada 2016 silam.

Setelah menyaksikan Aroma of Heaven di SCAA Expo Atlanta pada tahun 2016 lalu, Chris memutuskan pergi ke sentra kopi di Jawa, Flores, Bali, dan Sumatra untuk melihat secara langsung budaya dan budidaya kopi Indonesia.

Cerita Chris menarik minat banyak pecinta kopi di Washington DC untuk mengikuti jejaknya mengeksplorasi Indonesia dan mendapatkan biji kopi terbaik secara langsung.

Selain dihadiri pelaku usaha kopi dan penikmat kopi, acara ini juga menarik minat lembaga pemerintahan AS antara lain Government of District of Columbia, staf Kongres AS serta Deputy Director USAID, juga beberapa mahasiswa dari University of Maryland yang hadir untuk mempelajari produksi kopi secara berkelanjutan. (PRS/AZT)

Editor: Aziz Tri P

Posting Komentar

0 Komentar