Ekspor Produk Kriya Mencapai 776 Juta Dolar AS

[caption id="attachment_2472" align="aligncenter" width="800"]Nilai eskpor produk kriya nasional Menperin Airlangga Hartarto di acara Inacraft Award 2018 di Jakarta, Jumat (27/04/2018). Menurut Menperin, Industri kerajinan merupakan salah satu industri prioritas nasional. FOTO: KEMENPERIN.GO.ID[/caption]

JAKARTA-SUREPLUS: Nilai eskpor produk kriya nasional pada tahun 2017 mencapai 776 juta dolar AS. Angka ini dibandingkan tahun 2016 yang sebesar 747 juta dolar AS. Maka bisa dibilang, industri kerajinan memberikan kontribusi yang cukup signifikan terhadap perekonomian nasional.

“Industri kerajinan merupakan salah satu industri prioritas yang menghasilkan produk bernilai tambah tinggi, dan berdaya saing global,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto pada acara Inacraft Award 2018 di Jakarta, Jumat (27/04/2018).

Seperti dikutip dari Siaran Pers Kemenperin di situs kemenperin.go.id, Sabtu (28/04/2018), Menperin menyambut positif penyelenggaraan Inacraft. Event tersebut tahun ini diikuti 1700 pelaku usaha. Ini merupakan potensi yang baik bagi upaya memacu perekonomian secara inklusif atau melibatkan masyarakat banyak.

“Industri kerajinan tangan atau handycraft merupakan salah satu sektor kekuatan ekonomi bangsa kita. Apalagi, banyak anak muda terlibat dan menghasilkan produk-produk menarik,” kata Airlangga.

Menurut Airlangga, kekuatan industri kerajinan nasional terletak pada sumber bahan baku alami yang melimpah dengandidukung oleh keragaman corak dan keahlian perajin yang sudah membudaya. “Selain itu, pelaku industri kerajinan kita tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia dengan jangkauan pasar yang terus meningkat,” tuturnya.

Guna terus meningkatkan kinerja industri kerajinan di Tanah Air, Kementerian Perindustrian telah punya berbagai program yang dijalankan, antara lain peningkatan kemampuan sumber daya manusiaserta mendorong penggunaan teknologi terkini dalam upaya menciptakan kreativitas dan inovasi produk.

Contohnya, kegiatan itu dilakukan di Bali Creative Industry Center (BCIC), sebagai salah satu pusat inovasi yang dimiliki Kemenperin untuk membangun ekosistem industri kreatif. “BCIC menjadi pusat pengembangan riset teknologi, desain, seni, budaya dan inovasi agar menjadi komunitas kreatif yang unggul. Banyak generasi muda yang kumpul sehingga bisa buat regenerasi perajin,” paparnya.

Sebagai bagian dari rantai pasok dunia atau global supply chain, industri kerajinan juga perlu terus meningkatkan peran generasi muda dalam berinovasi, penguasaan teknologi terkini, dan pengetahuan akan isu global tentang teknologi proses industri yang lebih efektif, efisien, dan eco friendly product.

“Untuk itu pelaku industri kreatif bidang kerajinan semakin dituntut untuk tidak hanya mampu bersaing secara sehat di pasar negeri sendiri serta unggul dari barang impor, namun juga diharapkan dapat memenuhi pasar mancanegara,” ungkap Menperin.

Inacraft yang dinilai mampu menarik banyak buyer dari luar negeri, menjadi kesempatan bagi pelaku industri kecil dan menengah (IKM) sektor kerajinan ini untuk mempromosikan produknya sekaligus memperluas pasar untuk ekspor. (PRS/AZT)

Editor: Aziz Tri P

Posting Komentar

0 Komentar