Ekonomi Kuat Dipacu Banyaknya Entrepreneur

[caption id="attachment_2143" align="aligncenter" width="800"]wirausaha industri baru Menperin Airlangga Hartarto saat memberikan kuliah umum di Universitas Tadulako, Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (20/04/2018). FOTO: KEMENPERIN.GO.ID[/caption]

JAKARTA-SUREPLUS: Tumbuhnya wirausaha industri baru, khususnya dari kalangan generasi muda, terus dipacu oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Apalagi, ketahanan ekonomi nasional akan semakin kuat apabila jumlah pengusaha yang dimiliki bertambah banyak.

Hal itu disampaikan Menteri Perindustrian (Menperin), Airlangga Hartarto saat memberikan kuliah umum di Universitas Tadulako, Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (20/04/2018), seperti dikutip dari Siaran Pers Kemenperin di situs kemenperin.go.id, Sabtu (21/04/2018).

“Untuk itu kami mendorong kepada para mahasiswa agar berwirausaha sejak duduk di bangku kuliah,” kata Airlangga yang tidak ingin generasi muda Indonesia yang sudah selesai mengenyam pendidikan, menjadi pengangguran.

Menurut Airlangga, tumbuhnya wirausaha atau pelaku industri dapat membawa efek berantai terhadap perekonomian seperti peningkatan pada penyerapan tenaga kerja. “Maka kunci utama untuk jadi entrepreneur sukses ada dua, yaitu pintar dan perbanyak pertemanan,” ungkapnya.

Menperin pun memberikan tantangan kepada mahasiswa Universitas Tadulako yang hadir dalam kuliah umum tersebut. Bagi mereka yang belum memiliki usaha, tahun depan harus sudah bisa jadi pebisnis muda. “Tahun depan, saya akan ke sini lagi. Saya tagih Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, apakah adik-adik sudah berwirausaha atau belum,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, salah seorang mahasiswa jurusan Manajemen bernama Kudrat Sumaga bertanya kepada Menperin, “Apa saja yang akan diberikan dari Kemenperin untuk pengembangan industri kecil dan menengah (IKM)? Sebab, kendala pelaku usaha di daerah, seperti di Palu ini adalah salah satunya mengenai pemasaran dan pengemasan produk yang mereka buat,” ucapnya.

Menperin menjawab, guna mendongkrak produktivitas dan daya saing IKM nasional, pihaknya melalui Ditjen IKM telah menjalankan program pelatihan dan konsultasi terkait pengembangan desain kemasan produk serta merek. Sampaitahun 2017, telah difasilitasi 6.998 desain kemasan dan 7.396 desain merek serta bantuan dalam bentuk kemasan cetak yang diberikan kepada 351 IKM.

“Selanjutnya, kami telah memiliki program e-Smart IKM untuk memperluas pasar bagi produk IKM lokal. Dalam hal ini, kami bekerja sama dengan beberapa marketplace dalam negeri. Ada juga workshop-nya,” kata Airlangga. Selain itu, Kemenperin telah memfasilitasi pemberian mesin dan alat produksi IKM serta perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, Kemenperin diberi target untuk menumbuhkan sebanyak 20.000 wirausaha baruhingga akhir tahun 2019. “Jumlah pengusaha di Indonesia naik mencapai 3,4 persendi tahun 2017. Angka ini cukup baikkarena telah melebihi standar nasional sebesar 2 persen,” ungkap Airlangga.

Kemenperin telah memfasilitasi melalui pembangunan gedung inkubasi bagi para pelaku usaha rintisan (start-up), antara lain di Bandung Techno Park, Bali Creative Industry Center (BCIC) atau TohpaTI Center, Incubator Business Center di Semarang, Makassar Technopark, dan Pusat Desain Ponsel di Batam.

“Kami juga bersama pihak swasta mendorong pengembangan Nongsa Digital Park di Batam. Selain itu, Apple membangun innovation center di BSD,” ujar Airlangga. Sarana-sarana tersebut menjadi basis inovasi dan kreativitas bagi putra-putri Indonesia yang ingin mengembangkan software, web, aplikasi, film dan animasi, serta program-program digital. (PRS/AZT)

Editor: Aziz Tri P

Posting Komentar

0 Komentar