Durian Merah dan BEC Banyuwangi Jadi Seri Prangko

[caption id="attachment_2401" align="aligncenter" width="800"]prangko seri buah Nusantara Dua ikon Banyuwangi, durian merah dan Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) dijadikan seri prangko Indonesia. Tampak gambar durian merah yang jadi prangko seri buah Nusantara. FOTO: SUREPLUS/HENDRO SUCIPTO[/caption]

BANYUWANGI-SUREPLUS: Dua ikon Banyuwangi, durian merah dan Banyuwangi Ethno Carnival (BEC), dijadikan seri prangko oleh pemerintah Indonesia. Durian merah menjadi prangko seri buah Nusantara, sedangkan BEC menjadi prangko seri karnaval.

Direktur Pos Ditjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informasi, Ikhsan Baidirus mengungkapkan, untuk prangko durian merah telah dicetak tahun 2017 lalu.

"Durian merah sudah kami cetak tahun lalu. Setiap rilis, kita cetak 300 ribu prangko, dan ini telah habis dibeli oleh para filatelis," kata Ikhsan saat membuka Lokakarya Filateli Nasional di Banyuwangi, Kamis (26/04/2018).

Ikhsan mengatakan, durian merah Banyuwangi telah banyak dikenal. Ketika mendengar durian merah, langsung merujuk pada Banyuwangi. "Warnanya yang cerah, rasanya yang enak dan khas menjadi pertimbangan kami memilih durian merah dalam seri tersebut. Durian merah telah menjadi karakteristik Indonesia. Banyuwangi harus bangga memiliki durian merah," jelasnya.

Selain durian merah, salah satu event di Banyuwangi Festival, BEC akan menjadi salah satu gambar yang menghiasi prangko seri karnaval yang dikeluarkan oleh Pemerintah Indonesia. "BEC menjadi salah satu gambar prangko dalam serial karnaval Indonesia yang akan kami launching Mei mendatang," ujar Ikhsan.

Event kebanggaan warga Banyuwangi tersebut, terang Ikhsan, sengaja dipilih karena Banyuwangi kini menjadi daerah tujuan wisata yang menonjol. Terutama dalam penyelenggaraan berbagai event pariwisata yang terangkum dalam Banyuwangi Festival. Dengan dijadikannya sebagai gambar prangko, Ikhsan berharap pariwisata Banyuwangi semakin dikenal dunia.

Menurutnya, prangko tak ubahnya duta negara yang bisa menjelaskan berbagai potensi yang dimiliki Indonesia melalui sebuah gambar. Baik keindahan alam, kekayaan flora dan fauna, teknologi hingga berbagai atraksi kebudayaannya.

"Sekarang Banyuwangi ini tidak hanya dimiliki oleh Banyuwangi sendiri, tapi sudah menjadi milik Indonesia. Untuk itu, kami ingin mengabadikannya lewat prangko ini dan mengenalkannya ke dunia," ungkap Ikhsan.

Terkait desainnya gambar prangko BEC seperti apa, Ikhsan masih merahasiakannya. Bisa jadi gambar suasana karnaval, gambar close up peserta karnaval atau bahkan lukisan karnaval itu sendiri. "Membuat desain prangko ini tidak sembarangan. Ada Pokjanas (Kelompok Kerja Nasional) yang khusus untuk membahas desain prangko. Tunggu saja," katanya.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyampaikan rasa bangganya atas dipilihnya dua ikon Banyuwangi dalam seri prangko RI. Bagi Anas, ini bisa menjadi sarana promosi bagi Banyuwangi. "Kami sangat senang dicetaknya prangko bergambar durian merah dan BEC. Ini salah satu bentuk kolaborasi berbagai pihak untuk memajukan pariwisata di daerah," kata Anas. (HENDRO SUCIPTO/AZT)

Editor: Aziz Tri P

Posting Komentar

0 Komentar