Dorong Entrepreneur Muda Terus Tumbuh

[caption id="attachment_1431" align="aligncenter" width="800"]entrepreneur di Indonesia Presiden Jokowi saat menerima Pengurus Pusat dan Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (05/04/2018). FOTO: SETKAB.GO.ID[/caption]

JAKARTA-SUREPLUS: Indonesia membutuhkan jumlah entrepreneur (wirausahawan) yang seharusnya meningkat tiap tahun. Apalagi hampir di semua negara maju, standarnya memiliki entrepreneur di atas 14 persen. Tapi angka entrepreneur di Indonesia masih 3,01 persen.

Maka pemerintah pun terus mendorong para pelaku usaha, khususnya para entrepreneur muda, untuk terus tumbuh dan berkembang. Ini untuk memajukan perekonomian nasional.

“Negara kita ini membutuhkan entrepreneur yang harusnya tiap tahun meningkat. Hampir di semua negara maju memang standarnya memiliki entrepreneur di atas 14 persen. Kita sekarang ini angkanya masih 3,01 persen,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) usai menerima Pengurus Pusat dan Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (05/04/2018).

Seperti dikutip dari berita Humas Setkab RI di setkab.go.id, Presiden Jokowi pun mengapresiasi kepedulian yang ditunjukkan Hipmi dengan mengajak sejumlah pihak terjun ke dalam dunia usaha. Hal itu dilakukan dengan melakukan kunjungan ke lokasi seperti sekolah, kampus, dan bahkan pesantren.

“Ada Hipmi Goes to School, Hipmi Goes to Campus, nanti ada Hipmi Goes to Pesantren. Saya kira ini nanti akan memengaruhi anak-anak muda untuk menyukai bidang kewirausahaan,” tuturnya.

Pertemuan dengan Presiden itu juga dimanfaatkan Hipmi untuk menyampaikan kendala-kendala yang mereka hadapi di lapangan, utamanya di daerah-daerah. Rombongan Hipmi yang dipimpin oleh Bahlil Lahadalia selaku Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Hipmi menginginkan partisipasi yang lebih banyak dalam pembangunan nasional yang dilakukan pemerintah.

“Tadi adik-adik saya ini menyampaikan keluhan-keluhan yang ada di daerah. Artinya ada proyek-proyek besar di daerah tetapi pengusaha lokal tidak dilibatkan. Ini yang mau saya luruskan dengan Kementerian, baik BUMN, PU, dan Perhubungan agar memperbesar peredaran uang yang ada di daerah sehingga pembangunan betul-betul bermanfaat bagi semuanya,” kata Presiden.

Presiden Jokowi juga akan mencari tahu penyebab pengusaha-pengusaha di daerah kurang dilibatkan dalam pembangunan. Namun, Presiden menyangsikan apabila kendala tersebut terjadi karena kurangnya kemampuan para pengusaha-pengusaha muda itu.

“Tapi saya melihat kalau dari yang tadi disampaikan oleh Hipmi, saya kira mereka memiliki kemampuan. Nanti saya lihat secara detail dengan menteri-menteri,” ucapnya.

Turut mendampingi Presiden dalam pertemuan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. (PRS/AZT)

Editor: Aziz Tri P

Posting Komentar

0 Komentar