Diminta Waspadai Kenaikan Harga Sembako

[caption id="attachment_2355" align="aligncenter" width="800"]mewaspadai gejolak harga bahan pokok Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri mengimbau masyarakat agar mewaspadai gejolak harga bahan pokok (sembako) menjelang bulan Ramadhan 1439 Hijriah. FOTO: SUREPLUS/AYU CITRA SR[/caption]

KEDIRI-SUREPLUS: Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri mengimbau masyarakat agar mewaspadai gejolak harga bahan pokok (sembako) menjelang bulan Ramadhan 1439 Hijriah.

"Ada sejumlah bahan pangan berupa produk hortikultura yang patut diwaspadai oleh masyarakat. Akibat faktor siklus cuaca tahunan, beberapa komoditas harganya naik," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kediri, Djoko Raharto, di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri, Rabu (25/04/2018).

Djoko mengatakan, menjelang Ramadhan tahun ini pula TPID Kota Kediri siap mengawal stabilitas harga di Kota Tahu. Terlebih lagi, sesuai hasil pemantauan harga pada pertengahan April ini diketahui sejumlah harga komoditas merangkak naik. "Misalnya harga bawang putih, bawang merah dan cabai. Ketiga komoditas ini mengalami kenaikan harga lantaran belum optimalnya pasokan di pasaran," katanya.

Sementara itu, tambah dia, beberapa risiko yang perlu mendapat perhatian berikutnya antara lain potensi kenaikan konsumsi dan kenaikan harga BBM nonsubsidi seiring kenaikan harga minyak mentah dunia. "Menghadapi berbagai tantangan ini, TPID Kota Kediri bekerja sama dengan pelaku usaha akan menggelar Operasi Pasar Murni mulai tanggal 17 Mei hingga 11 Juni mendatang," katanya.

Bahkan, imbuh dia, TPID Kota Kediri siap mengelola ekspektasi masyarakat dengan menayangkan Iklan Layanan Masyarakat (ILM) di sejumlah media massa. "Selain itu juga, kami selalu berada di pasar untuk memantau perkembangan harga komoditas," katanya.

Lebih lanjut, Kepala BPS Kota Kediri, Ellyn T. Brahmana mengemukakan, pelaksanaan OPM ini akan diselenggarakan di 46 kelurahan dan di 2 pasar tradisional di Kota Kediri. "Kami yakin, dengan kerja sama yang baik antara Pemerintah Kota Kediri, Bank Indonesia, dan TPID setempat maka angka inflasi di kawasan ini dapat dijaga dengan baik di level 3,5 persen plus minus 1 persen," katanya. (AYU CITRA SR/AZT)

Editor: Aziz Tri P

Posting Komentar

0 Komentar