Dari Hobi, Kini Buka Usaha Aksesoris

[caption id="attachment_1925" align="aligncenter" width="800"]Delima Ajeng Collection Berawal dari hobi memakai aksesoris, perempuan bernama Sulistijowati itu memiliki usaha berbasis UKM yang bernama Delima Ajeng Collection. FOTO: SUREPLUS/ANDYAN[/caption]

SURABAYA-SUREPLUS: Berawal dari hobi memakai aksesoris, perempuan bernama Sulistijowati itu memiliki usaha berbasis UKM yang bernama Delima Ajeng Collection.

Sang pemilik usaha tersebut mengatakan, bahwa keputusannya menggeluti usaha aksesoris ini ketika mengikuti salah satu pelatihan yang diselenggarakan oleh salah satu instansi kedinasan Kota Surabaya pada akhir 2013.

"Ya saat itu sayang sedang mengikuti bazar roadshow Pahlawan Ekonomi, lalu saya diperkenalkan oleh Disperindag Kota Surabaya yang juga sebagai pendamping UKM khusus aksesoris," ujarnya kepada Sureplus.id.

Ilmu membuat kerajinan tangan aksesoris ini ia peroleh ketika masih aktif di UKM orang lain. Lantas dengan keterampilan yang telah diperoleh, ia memutuskan untuk membuat usaha sendiri

Berbagai aksesoris unik tercipta dari tangan kreatif warga Kedung Klinter ini. Motifnya pun beragam, mulai peniti yang berbentuk bunga dari kain, hingga kalung dan gelang yang berbahan dasar monte, manik-manik, dan batu.

"Saya memilih aksesoris karena banyak yang minat, apalagi sekarang lagi tren kerudung dan baju muslim yang beraneka motif. Jadi secara tidak langsung peniti dan bros menjadi penunjang," jelasnya.

Modal awal yang harus dikeluarkan oleh wanita yang akrab disapa Bu Sulis ini sebesar Rp 1 Juta untuk membeli bahan dasar aksesoris. Modal tersebut lantas ia produksi hingga bisa tercipta ratusan model aksesoris.

Beragam motif souvenir yang tercipta membuat daya tarik untuk semua kalangan, mulai dari kalangan bawah hingga kalangan atas. Dari mulai balita, anak-anak, remaja, hingga dewasa.

"Aksesoris ini bisa untuk semua umur, bahkan dari balita, anak-anak, hingga dewasa bisa memakai aksesoris ini dengan aman, " lanjut wanita usia 42 tahun tersebut.

Untuk harga setiap aksesoris terbilang sangat terjangkau, mulai Rp 3.500 untuk peniti yang berukuran kecil hingga Rp 5 ribu untuk peniti motif bunga kain.

Aksesoris ini ia produksi sehari-hari secara rumahan. Dalam sehari ia mampu menciptakan hingga ratusan aksesoris. Permintaan pasar terhadap aksesoris ini datang dari lokal Jawa Timur saja.

Omset yang didapat selama menjalankan usaha aksesoris ini, Sulis mampu meraup Rp 2 juta hingga Rp 3 juta. Sistem penjualan yang ia terapkan untuk saat ini hanya melalui offline.

Ia juga mnambahkan bahwa membuat aksesoris ini tidak terlalu sulit, hanya butuh ketelatenan dan harus dengan hati.

"Membuat aksesoris ini tidak bisa asal bikin, karena nanti hasilnya bisa jadi tidak sempurna, yang penting harus dari hati, " terangnya. (ANDYAN/ZAL)

Editor: Fahrizal Arnaz

Posting Komentar

0 Komentar