Bupati Gresik Launching 10 Sekolah Perempuan di Enam Kecamatan

[caption id="attachment_2516" align="aligncenter" width="800"]penampilan para ibu penari Bupati Sambari (kiri) di acara launching 10 Sekolah Perempuan (Sekoper) yang ada di enam Kecamatan se-Kabupaten Gresik, sekaligus memperingati Hari Kartini. FOTO: SUREPLUS/SAHLUL FAHMI[/caption]

GRESIK-SUREPLUS: Melihat penampilan para ibu penari yang sudah tidak muda lagi, Bupati Gresik Dr Sambari Halim Radianto merasa bangga. “Ini sesuatu yang berbeda. Biasanya saya melihat tari, para penarinya muda-muda. Tapi kini saya melihat sesuatu yang lain. Penari Zafin, penari remo sepertinya usia mereka sudah di atas 40 tahun,” kata Bupati Sambari.

Bupati menyatakan salut dengan semangat dan rasa percaya diri dari para penari. Dia meminta agar para penari ini perlu ditampilkan lagi pada acara-acara lain Pemkab Gresik.

Pernyataan Bupati Sambari ini disampaikan saat memberikan sambutan kala membuka acara launching 10 Sekolah Perempuan (Sekoper) yang ada di enam Kecamatan se-Kabupaten Gresik sekaligus memperingati Hari Kartini yang berlangsung di Ruang Mandala Bakti Praja, Senin (30/04/2018).

Ada 380 ibu yang mewakili Sekoper desa yang diundang dari total siswa Sekoper sebanyak 1.300 perempuan se-Kabupaten Gresik. Atas antusiasme para ibu akan keikutsartaannya pada Sekoper ini Bupati Sambari berharap agar ada kurikulum yang jelas dan sesuai kebutuhan zaman.

“Jadi perlu ada pengelompokan peserta sesuai latar belakang pendidikan. Juga ada pengelompokan tingkatan, misalnya Kelompok I, Kelompok II dan seterusnya. Jadi tidak disamakan, sehingga lebih diketahui hasil pembelajarannya,” ujarnya.

Terkait Kades yang telah memberikan perhatian dengan mengalokasikan dana untuk operasional Sekoper. Bupati meminta kepada Sekda Gresik Djoko Sulistio Hadi agar memberi perhatian khusus kepada Kades tersebut.

Sekda Gresik menjelaskan, 10 Sekoper yang di-launching kali ini yaitu Sekoper Desa/Kelurahan Pulopancikan dan Kramatinggil di Gresik, Desa Dooro dan Dungus di Cerme, Desa Wonorejo dan Kedungsumber di Balongpanggang, Desa Sidomukti dan Kramat di Bungah, desa Gunungteguh di Sangkapura, desa Kepuhlegundi di Tambak.

Sebelumnya pada tahun 2013 dibuka empat Sekoper di Kecamatan Wringinanom Gresik, yaitu Sekoper Desa Kesambenkulon, Mondoluku, Sooko dan Sumbergede. “Para perempuan peserta Sekoper ini banyak belajar tentang berorganisaasi dan kepemimpinan perempuan. Pemahaman program perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan. Pemahaman tentang pengembangan ekonomi dan kemandirian perempuan, pemahaman tentang pemenuhan hak reproduksi perempuan,” kata Sekda. (SAHLUL FAHMI/AZT)

Editor: Aziz Tri P

Posting Komentar

0 Komentar