Bikin Celengan Lucu, Manfaatkan Gelondongan Bekas Kain

[caption id="attachment_2522" align="aligncenter" width="800"]Hardiva Lewat tangan kreatif Hartini, warga Kalianyar Kulon 4, Surabaya, gelondongan bekas kain dan kaca film mampu disulap menjadi celengan unik nan lucu. FOTO: SUREPLUS/ANDYAN[/caption]

SURABAYA-SUREPLUS: Siapa sangka gelondongan bekas kain dan kaca film rupanya tak hanya menjadi barang bekas. Lewat tangan kreatif Hartini, warga Kalianyar Kulon 4, Surabaya, gelondongan bekas kain ini mampu disulap menjadi sebuah celengan unik nan lucu, dengan brand produk Hardiva.

Owner Hardiva, Hartini mengatakan, awal mula ide ini muncul ketika ia menjadi SPG di sebuah toko aksesoris. Akhirnya pada tahun 2012 ia mengikuti pelatihan dari instansi kedinasan Kota Surabaya. Tidak hanya itu, motivasi dari seorang temannya untuk bergerak secara mandiri juga menjadi modal untuknya

"idenya dulu saya dapat ketika manjadi SPG di sebuah toko aksesoris, dan teman saya yang memberi motivasi ke saya untuk bikin handycraft sendiri, " kata Hartini kepada Sureplus.id, Senin (30/04/2018).

Menurut Hartini, dengan modal sebesar Rp 300 ribu kala itu, ia memutuskan untuk membeli bahan dasar seperti gunting dan kain flanel. Kini, ia mampu membuat celengan lucu dengan berbagai karakter menarik seperti kereta api, bus, bahkan serupa dengan hewan sapi.

Karakter celengan lucu yang ia buat pun rupanya mampu menyedot minat pembeli dari kalangan anak-anak. Para remaja dan orang dewasa pun juga kerap memesan celengan lucu itu ke dia. "Kalau yang usia remaja dan dewasa biasanya pesan buat kado,” lanjutnya.

Celengan itu ia buat secara manual sendiri. Didukung dengan bahan-bahan yang mudah dibentuk seperri gelondongan dan kardus bekas, maka untuk satu celengan ia hanya membutuhkan waktu untuk membuatnya sekitar satu jam hingga tiga jam.

Untuk harga, ibu tiga anak ini mematok dengan harga yang variatif, mulai Rp 20 ribu hingga Rp 30 ribu. Omset yang ia dapat pun selama menggeluti bidan UKM ini bisa mencapai Rp 2 juta hingga Rp 5 juta per bulan.

Untuk sistem penjualan, wanita kelahiran Mojokerto ini hanya melakukannya lewat toko-toko offline dan event-event pameran. Tidak hanya itu, celengan unik ini sendiri tidak hanya memenuhi permintaan pasar dari sektor lokal daerah. "Pernah ada yang order celengan ini dari Kupang, saat itu dibuat untuk acara amal, " imbuhnya. (ANDYAN/AZT)

Editor: Aziz Tri P

Posting Komentar

0 Komentar