Bermanfaat Besar, RUU AFAS Disetujui DPR

[caption id="attachment_1847" align="aligncenter" width="800"]ASEAN Framework of Services Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati bersama Gubernur Bank Indonesia (Gubernur BI) Agus Martowardojo hadir dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI terkait pengesahan RUU AFAS di ruang rapat Komisi XI DPR, Jakarta (12/04). FOTO: KEMENKEU[/caption]

JAKARTA-SUREPLUS: Besarnya manfaat Rancangan Undang-Undang tentang pengesahan Protocol to Implement the Sixth Package of Commitment on Financial Services Under ASEAN Framework of Services (RUU AFAS) bagi industri jasa keuangan, terutama membangun sayap ke negara-negara anggota ASEAN membuat komisi XI DPR RI menyetujui pengesahaannya.

Pengesahan RUU tersebut dilakukan pada rapat kerja yang dihadiri Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Gubernur Bank Indonesia (Gubernur BI) Agus Martowardojo bersama Komisi XI DPR RI, Rabu (11/4/2018) di Ruang Rapat Kerja Komisi XI DPR RI di Jakarta.

Komisi XI meyakini implementasi dari RUU ini bisa berdampak positif setelah mendapatkan paparan mendetail dan gamblang dari Menkeu. "Kita yakinkan akan betul-betul menjaga kepentingan negara dan industri keuangan Indonesia," ujar Sri Mulyani seperti dikutip dari situs resmi Kementrian Keuangan.

Menkeu sendiri berharap dengan adanya AFAS, persaingan dalam industri keuangan makin sehat dan masyarakat akan diuntungkan dengan layanan yang makin baik serta biaya yang makin rendah. Ia pun menambahkan bahwa Kemenkeu bersama Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan menyusun kebijakan dan peraturan terkait evaluasi pelaksanaan AFAS.

"(Kami) akan melihat bagaimana pelaksanaan AFAS dalam meningkatkan industri keuangan dan menjaga stabilitas ekonomi makro," katanya.

Pemerintah menyambut baik masukan dari fraksi-fraksi di DPR mengenai perubahan peraturan terkait perbankan yang dapat membuat industri jasa keuangan makin kompetitif.

Di akhir rapat, Menkeu menyatakan bahwa Pemerintah akan terus berkoordinasi dengan otoritas negara-negara mitra untuk menjamin proses penetrasi Bank Indonesia ke negara-negara ASEAN.(PRS/ZAL)

Editor; Fahrizal Arnaz

Posting Komentar

0 Komentar