Berdayakan Potensi Lokal dengan Produk Handmade

[caption id="attachment_1911" align="aligncenter" width="800"]Pharisee 13 Pharisee 13 mempunyai ciri khas di setiap produk yang mereka buat. Keunikan shophouse ini terletak pada pembuatannya yang menggunakan handmade. FOTO: SUREPLUS/R SURYADI[/caption]

SIDOARJO-SUREPLUS: Bagi kalangan muda khususnya di Sidoarjo yang doyan dengan musik bergenre rockabilly dan rock and roll tahun 50-an, tentunya sudah tak asing lagi dengan Pharisee 13.

Shophouse yang berdiri pada tahun 2004 ini, menjual berbagai macam apparel, aksesoris, serta menyediakan jasa custom bike (memodifikasi motor dan sepeda). Yang notabene mengacu pada konsep mereka, yakni custom culture.

Pharisee mempunyai ciri khas di setiap produk yang mereka buat. Keunikan shophouse ini terletak pada pembuatannya yang menggunakan handmade.

“Brand kami semuanya handmade dari atas rambut sampai ujung kaki. Dari pomade, sisir, baju,arloji, topi, gelang rantai, kemeja, sabuk, celana, sepatu dan kaos kaki,” tutur Raden Aditya Wisanggeni, owner Pharisee 13 pada Sureplus.id (11/04/2018) sore.

Selain berbisnis, Adit juga ingin mengembangkan dan memberdayakan potensi lokal yang ada di Sidoarjo. Sekaligus mematahkan stigma, bahwa Bandung pusat produksi brand di Indonesia.

Menurutnya, ini adalah langka konkret yang ia berikan untuk membuktikan bahwa kreativitas potensi lokal tak kalah bagusnya. Dan ia juga ingin membangun relasi antar sesama pengusaha

“Saya ingin membuktikan bahwa Kita juga punya potensi lokal yang patut kita banggakan, dan tak kalah bagusnya dengan Bandung maupun Jakarta,” ucap pria Alumnus Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Alamamater Wartawan Surabaya ini.

Sepatu jenis cripper menjadi produk andalan yang paling laris diburu pembeli. Karena modelnya yang unik dan klasik dengan ciri khas model jahitan anyaman, membuat sepatu ini menjadi daya tarik tersendiri dibanding jenis sepatu lainnya.

“Dari dulu sepatu jenis cripper paling laku diburu. Karena produk andalan kami ya sepatu itu. Yang beli pun bukan hanya dari Indonesia saja. Dari luar negeri seperti Belanda, Australia, Thailand dan Malaysia. Khusus yang belanda itu langganan sejak dulu,” tutupnya.(R SURYADI/ZAL)

Editor: Fahrizal Arnaz

Posting Komentar

0 Komentar