Berbekal Cinta Matematika, Hasilkan Mainan Edukasi T Puzzle

[caption id="attachment_2211" align="aligncenter" width="800"]Chairul Anwar Chairul Anwar, pengusaha handycraft dengan produk mainan edukasi anak-anak berbahan dasar balok kayu bekas. Daya kreatifnya menghasilkan permainan Geometris T Puzzle. FOTO: SUREPLUS/R SURYADI[/caption]

SURABAYA-SUREPLUS: Bagi Chairul Anwar, ada quote yang menancapkan kesan mendalam saat membaca buku Ippo Santosa tentang 7 Keajaiban Rezeki. “Kalau hobi dan kesenangan Anda itu bisa dijual dan bisa menghasilkan, coba teruskan,” kata Chairul Anwar mengutip pernyataan Ippo Santosa.

Terinspirasi quote tersebut, Chairul Anwar yang seorang pengusaha handycraft dengan produk mainan edukasi anak-anak berbahan dasar balok kayu bekas pun terus mengasah daya kreatifnya.

Berawal dari rasa kecintaannya terhadap mata pelajaran Matematika, kini Anwar menciptakan kreasi dengan permainan Geometris, yang mengasah konsentrasi logika. “Saya ini sangat suka sama Matematika. Dan Bentuk-bentuk produk saya ini Geometri simetris. Artinya bentuknya tidak asal-asalan karena penuh dengan perhitungan dan pengukuran,” cerita pria 40 tahun ini pada Sureplus.id, Minggu (22/04/2018).

Idenya muncul ketika Anwar menemukan permainan masa kecilnya, yakni permainan logika konsentrasi pada pelajaran Matematika. Ia pun mencoba membuat, namun dulu bahan dasar yang dipergunakan terbuat dari spon.

“Waktu itu saya menemukan permainan masa kecil saya. Permainan logika konsentrasi. Dulu bahannya dari spon. Saat itu ada konsumen komplain, katanya gampang rusak. Ya sudah, akhirnya saya buat dengan balok kayu dan bekerja sama dengan tukang mebel kayu,” cerita pria yang juga masih aktif bekerja di lembaga amir zakat ini

Meskipun segmentasi permainan ini sebagian besar untuk anak-anak, tak jarang kalangan remaja pun tertarik dengan permainan yang ia ciptakan. Bahkan ketika itu ada salah seorang mahasiswa menjajal permainan Puzzle T. Alhasil mahasiswa tersebut tidak bisa merangkai huruf T dengan permainan empat bidang yang sederhana itu.

“Pernah saya cobakan ke mahasiswa jurusan Matematika, ternyata dia juga gak bisa. Malu-malu dia,” candanya.

Anwar berharap pemerintah bisa mensuport perbaikan kualitas produknya. Dan mendapatkan lisensi hak cipta, agar produknya tidak bisa dibajak dan ditiru oleh orang lain. “Saya berharap usaha saya ini ada lisensi Haki dan label SNI-nya. Karena saya rasa ini sudah memenui standar. Mulai dari bentuknya tidak lancip, tidak kasar dan juga halus. Pokoknya saya jamin aman untuk anak-anak. Cuma ya itu, tetap harus diuji,” katanya. (R SURYADI/AZT)

Editor: Aziz Tri P

Posting Komentar

0 Komentar