Arcandra Ingatkan Tentang Human Capital

[caption id="attachment_2161" align="aligncenter" width="800"]calon pimpinan sektor ESDM Wamen ESDM Arcandra Tahar memberikan pengarahan kepada 34 calon pimpinan sektor ESDM di Diklat Pimpinan III dan IV di Gedung PPSDM Aparatur di Bandung, Jumat (20/04/2018). FOTO: ESDM.GO.ID[/caption]

BANDUNG-SUREPLUS: Wakil Menteri (Wamen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar tampak antusias memberikan pengarahan kepada 34 calon pimpinan sektor ESDM di acara Diklat Pimpinan III dan IV di Gedung PPSDM Aparatur di Bandung, Jumat (20/04/2018).

Dengan telaten dan senyum khas, Arcandra mengisahkan kondisi sistem kerja di Indonesia dengan Amerika Serikat (AS). "Di sini, hanya bekerja kalau ada yang menyuruh," kata Arcandra seperti dikutip dari Tim Komunikasi ESDM di situs esdm.go.id, Sabtu (21/04/2018).

Ia mengenang perbedaan filosofi hidup di Amerika. Berdasarkan pengalaman tinggal di Amerika, kata Arcandra, semua boleh dilakukan kecuali yang dilarang. Sebaliknya, masyarakat Indonesia cenderung tak mampu punya kreativitas.

"Di sini, semua tidak boleh dikerjakan, kecuali disuruh," ucap Arcandra yang memosisikan dirinya sebagai kawan berbagi di hadapan para calon pemimpin.

Di sela-sela kesibukan agenda kerjanya, ia tak lupa bercengkrama dengan para bawahan guna sekadar berbagi pengalaman dan berdiskusi dalam menentukan kebijakan strategis. "Saya berbagi tugas dengan Pak Menteri (Jonan) untuk terus membina pegawai," ucapnya.

Sebagai regulator, Arcandra berharap para pimpinan sektor ESDM tak lagi bergantung pada kekuatan fisik sebagai modal membangun sektor ESDM. "Manusia tidak lagi sebagai (human) resources tapi (human) kapital. Dia akan tumbuh. Makanya hari ini lebih baik dari hari kemarin dan lebih fungsikan otak ketimbang fisik," tuturnya.

Melalui perubahan paradigma, seseorang pimpinan memiliki nilai tambah (added value) untuk bisa menghasilkan sesuatu sehingga bakal melahirkan inovasi baru. "Biar pekerjaan kita tidak membosankan," tekan Arcandra yang tetap memberi kesempatan diskusi kepada para peserta.

Memang, Arcandra begitu terbuka kepada siapa saja untuk berdiskusi kepadanya setiap keputusan yang diambil. Dengan begitu, diharapkan mampu memberikan keadilan dan tidak ada pihak yang merasa dirugikan. "Asal rasional dan tidak merugikan negara, kami terima masukannya," katanya saat berkisah tentang pengambilan keputusan di salah satu blok Migas.

Arcandra mengingatkan, pergeseran human resources ke human capital tidak serta merta terjadi secara mudah. Ada beberapa hal yang mesti dilakukan. "Tantangannya tidak mudah. Ada cara menuju ke sana, seperti alat, metodologi, kecerdasan bisnis hingga attitude," ujar Arcandra memberikan solusi. Demi memudahkan pesannya diterima oleh para peserta, Arcandra kerap memberikan perumpamaan dalam setiap penjelasan yang ia berikan.

Jalan lain yang ditawarkan oleh Arcandra kepada para calon pemimpin ESDM adalah energi positif, kemampuan mempengaruhi yang lain, membuat keputusan, eksekutor dan passion. "Ini bukan dari saya, tapi Jack Welch," tutup sosok yang juga pengagum Jack Welch, mantan Direktur Eksekutif General Electric. (PRS/AZT)

Editor: Aziz Tri P

Posting Komentar

0 Komentar