'Spycam' Alat Berteknologi Canggih Pelaku Skimming

[caption id="attachment_1883" align="aligncenter" width="800"] Barang bukty spycam yang berhasil diamankan petugas Kepolisian Resor Kediri. FOTO: SUREPLUS/AYU CITRA SR[/caption]

KEDIRI-SUREPLUS: Sejak bulan Januari hingga Maret 2018, masyarakat diresahkan dengan modus baru pencurian uang dan data nasabah melalui ATM atau 'skimming' di sejumlah bank umum. Apalagi memang, kerugian yang dialami tiap nasabah beragam mulai jutaan rupiah hingga ratusan juta rupiah.

Dari kasus inilah, akhirnya petugas Kepolisian Resor Kediri berhasil menangkap 8 orang tersangka dan sejumlah barang bukti. Yang mana, salah satunya berupa empat unit 'spycam' atau dikenal dengan kamera tersembunyi.

"Kejadian pencurian dana nasabah ini memang termasuk sistem 'skimming'. Namun, modusnya tidak sama karena setelah menggesekkan kartu ATM, data nasabah langsung tetlihat di 'spycam'," kata Kapolres Kediri, AKBP Erick Hermawan, di Kediri, Jumat (13/4/2018).

Sesuai data yang diperoleh melalui kamera tersembunyi itulah, para tersangka memindahkannya ke hard disk eksternal. Kemudian data nasabah yang dicurinya tersebut, mereka kirimkan ke Jakarta. Setelah itu, rekan mereka di Jakarta akan mengirimkan data nasabah beserta PIN lewat aplikasi WhatsApp.

Ditambahkan oleh Erick Hermawan, untuk pemakaian PIN yang digunakan tersangka, juga dapat dikatakan sangat luar biasa. Lantaran, mereka cukup memakai kartu apa pun, misalnya ATM bekas atau kosong.

"Nah dari kartu ATM sembarang inilah, akan ditulis nomor PIN di belakang kartu. Hal ini supaya para tersangka tidak salah PIN saat beraksi," katanya.

Sesuai keterangan tersangka, mereka mengaku, dapat mengambil uang nasabah hingga Rp 500 juta. Mayoritas nasabah ini, merupakan nasabah BRI area Kediri.

Lanjut Erick, kini dari 8 tersangka itu, sebanyak 3 tersangka di antaranya sedang diperiksa di Polda Jawa Tengah. Penyebabnya, TKP kasus itu tidak hanya di Jawa Timur melainkan ada pula TKP di Jawa Tengah.

"Sementara itu, para pelaku kejahatan skimming ini umumnya berasal dari Kediri dan Tulungagung, Provinsi Jawa Timur. Ada pula yang dari Provinsi Lampung, DKI Jakarta, hingga Provinsi Jawa Tengah," katanya.

Untuk diketahui, para pelaku ini mempunyai tugas yang masing-masing. Ada yang mencari struk penarikan dari BRI, memindahkan data ke kartu ATM, hingga memasang 'spycam'. Lalu, sejumlah alat itu digunakan untuk mencuri data nasabah, serta mengambil saldo tabungan.(Ayu Citra SR/ZAL)

Editor: Fahrizal Arnaz

Posting Komentar

0 Komentar