Gelaran Sunday Market Surabaya 2018

Usung Spirit Keterbukaan Kaum Urban

Sunday Market Surabaya
Riuhnya pengunjung mewarnai gelaran event kekinian Sunday Market di Surabaya Town Square (Sutos), Sabtu hingga Minggu (08/04/2018). FOTO: SUREPLUS/RAHMAD SURYADI

SURABAYA-SUREPLUS: Riuhnya pengunjung dan iringan musik dari DJ, menambah kemeriahan suasana event Sunday Market Surabaya. Celana jeans, sepatu sneaker dengan dadanan sedikit oldies, merupakan dress code wajib khas kaum anak muda, yang hadir dalam event tersebut.

Kaum milenial urban tak asing lagi dengan kehadiran event kekinian Sunday Market. Setelah sukses Oktober tahun lalu, kali ini Sunday Market hadir di Surabaya Town Square (Sutos), dengan mengusung tema Bringing All Together Vol 1, Sabtu hingga Minggu (08/04/2018).

“Dari tahun ke tahun, Sunday Market selalu mengusung tema dengan nuansa tematik. Edisi kali ini, Sunday Market mengusung tema dengan lebih menekankan pada spirit keterbukaan, yaitu Bringing All Together Vol 1,” tutur Claudia Purba, Project Leader Sunday Market Surabaya kepada Sureplus.id, Minggu (08/04/2018).

Sunday Market merupakan event yang mengombinasikan empat elemen, fashion, music, food dan art. Pengunjung dapat mengunjungi 150 booth yang menyediakan berbagai macam pakaian baru maupun second. Juga barang-barang klasik, seperti kamera Polaroid, kaset pita, piringan hitam, walkman dan masih banyak lagi hal menarik.

Tak hanya sekedar hura-hura, event ini juga menggelar sharing pengetahuan yang bermanfaat, seperti workshop dan no-bar (nonton bareng) film indie. Tahun ini Sunday Market juga bekerja sama dengan perusahaan berbasis bisnis, makanan dan pariwisata.

“Tahun ini ada juga wahana untuk anak-anak dan ada juga sesi menggambar menggunakan bahan dasar anti mainstream, seperti sayur-sayuran,” tambahnya.

Menurut Claudia, Sunday Market memiliki cita-cita sebagai wadah untuk bertemunya beberapa pihak untuk saling betatap muka.

“Kadang orang-orang itu ingin ketemu yang dijadwalkan. Maka diharapkan event ini menjadi moderator bagi semua pihak yang ingin bertemu, tapi tidak ada waktu khusus. Jadi mereka bisa menganggap Sunday Market ini menjadi ajang silaturahmi bagi kita semua,” tutup perempuan alumnus Universitas Negeri Surabaya ini. (R SURYADI/AZT)

Editor: Aziz Tri P