Kepedulian Berbuah Ladang Bisnis

The Menique by ESM Collection
Ermien Setiawati memanfaatkan limbah kertas semen bekas, menjadi ladang bisnis yang menghasilkan jutaan rupiah. Dan ia beri nama The Menique by ESM Collection. FOTO: R SURYADI

SURABAYA-SUREPLUS: Terkadang kepedulian muncul dari hal-hal kecil yang tak terduga. Seperti halnya yang dilakukan oleh Ermien Setiawati.

Berawal dari rasa kepeduliannya terhadap lingkungan. Ermien memanfaatkan limbah kertas semen bekas, menjadi ladang bisnis yang menghasilkan jutaan rupiah. Dan ia beri nama The Menique by ESM Collection.

Aneka kerajinan tersebut berupa dua jenis tas yaitu batik jumput dan tulis, serta dompet, payung dan macam hiasan bunga yang indah.

Ketika sureplus.id menemui kediamannya di kawasan jalan Semolowaru Elok Surabaya. dengan gestur yang antusias, Ermien menceritakan bagaimana awal mula ia merintis usaha hingga proses pembuatan produknya itu.

Pada 2012, Ermin sudah memproduksi tas dan dompet motif jumput dengan pewarna sintetis. Namun ia merasa ada yang kurang dalam bisnis usaha yang ia kelola itu. Lalu ia berinovasi mencoba membuat batik canting (batik tulis) dengan harapan agar produknya mempunyai keragaman yang berbeda-beda.

“Awalnya dulu saya hanya memproduksi batik jumput. Lalu saya berinisiatif mencoba membuat batik canting. Eh, ternyata batik canting saya cukup laku di pasaran. Mulai dari situ saya memutuskan untuk melanjutkan kreasi ini,” ceritanya.

Proses pembuatanya pun cukup mudah dan ada dua metode untuk pengerjaan proses pembuatan batik ini.

Yang pertama yakni batik celup. Caranya, kertas semen dibersikan dari debu-debu, lalu diikat-ikat disetiap ujung kertasnya, rebus dengan pewarna kain, setelah sesudah proses perebusan, kertas semen ditiriskan lalu diangin-anginkan sampai setengah kering. Setelah semua tahapan itu terlewati, baru lah proses pembuatan pola jumput dan penjahitan.

Dan yang kedua yaitu batik canting. Caranya hampir serupa, tapi yang membedakan adalah tidak ada tahapan perebusan. Jadi setelah kertas semen dibersihkan, langsung pada proses penggambaran batik dengan alas canting lalu diwarnai.

Kini hasil jerih payah Ermien dapat diperoleh di seluruh sentra UKM se-Surabaya. Bahkan usaha perempuan 60 tahun ini pernah dibeli Wali Kota Liverpool yang saat itu berkunjung ke Surabaya.

“Alhamdulilah kini usaha saya sudah tersebar di seluruh sentra UKM se-Surabaya. Saya juga banyak pesanan dari luar kota seperti, Solo, Bandung dan Jakarta. Bahkan saat itu, Joe Anderson Wali Kota Liverpool pernah membeli tas batik saya,” ucapnya dengan bangga.(R SURYADI/ZAL)

Editor: Fahrizal Arnaz