Pembangunan Infrastruktur

Hubungkan 17.000 Pulau di Indonesia

pembangunan infrastruktur
Suasana saat Presiden Jokowi menerima 365 siswa-siswi kelas XI Angkatan 27 SMA Taruna Nusantara (Tarnus) Magelang, di Istana Negara, Jakarta, Senin (9/4/2018). Foto: SETKAB

JAKARTA-SUREPLUS: Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan betapa pentingnya pembangunan infrastruktur yang kini gencar dibangun oleh pemerintah. Mulai dari jalan tol, baik di Jawa maupun luar Jawa, airport baru, perbaikan dan  perluasan airport yang sudah ada, pembangunan pelabuhan besar, sedang maupun kecil.

Ia mencontohkan Pelabuhan besar di Sumatera (Kuala Tanjung) yang saat ini masih dalam proses dan kemungkinan selesai akhir tahun ini, juga Pelabuhan Tanjung Priok yang diperluas sehingga kapal sebesar apapun bisa merapat ke pelabuhan. Sama halnya dengan Makassar New Port, semua itu dibangun agar kapal-kapal besar bisa merapat.

“Nantinya di Sorong akan dibangun pelabuhan-pelabuhan itu,” tutur Presiden saat menerima 365 siswa-siswi kelas XI Angkatan 27 SMA Taruna Nusantara (Tarnus) Magelang, di Istana Negara, Jakarta, Senin (9/4/2018) pagi.

Lebih lanjut, Presiden menyebutkan bahwa proses pembangunan juga dilakukan di pelabuhan-pelabuhan kecil, misalnya Halmahera Tengah dan Tapaleo. Menurutnya, pelabuhan kecil itu diperlukan untuk mengantarkan semen, sembako, beras, gula menuju ke sana dan membawa dari sana, misalnya jagung, palawija, pala, semuanya untuk keluar dijual ke pulau-pulau lain.

“Inilah yang sering saya sampaikan tentang tol laut, mengoneksikan (dan) menyambungkan antar pulau, antar provinsi, antar kabupaten, antar kota yang ada di negara kita,” kata Presiden Jokowi.

Kenapa itu perlu dibangun, lanjut Presiden, karena pemerintah ingin ada sebuah pondasi yang kuat agar negara ini mampu bersaing dengan negara-negara lain.

Maka, dalam kesempatan itu Presiden mengingatkan, bahwa Indonesia ini adalah negara besar, dengan penduduk sekarang ini sudah 263 juta dan masuk dalam ekonomi 16 besar dunia serta memiliki 17.000 pulau dan 714 suku yang berbeda-beda.

“Artinya negara kita adalah negara yang plural, majemuk. Memiliki 1.100 lebih bahasa daerah/bahasa lokal,” kata Presiden Jokowi.

Presiden mengaku sangat bangga karena menilai siswa-siswi SMA Taruna Nusantara ini komplet, dari Sabang sampai Merauke ada, dari Pulau Miangas sampai Pulau Rote semuanya ada di SMA Taruna Nusantara.(PRS/ZAL)

Editor: Fahrizal Arnaz