Banyuwangi Fishing Festival, Beri Ruang Komunitas Pecinta Mancing

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas saat membuka Fishing Festival Banyuwangi. Event ini memberi ruang bagi komunitas pecinta mancing. FOTO: SUREPLUS/H SUCIPTO

‎BANYUWANGI-SUREPLUS: Beragam strategi bisa dipakai untuk mempromosikan wisata daerah, termasuk dengan memberi ruang bagi komunitas untuk beraktivitas.

Gelaran Banyuwangi Fishing Festival, termasuk salah satu strategi tersebut. Event ini diperuntukkan bagi komunitas penggemar memancing di perairan Selat Bali, di Grand Watu Dodol, Banyuwangi, Sabtu (07/04/2018).

“Banyak event yang kami siapkan untuk komunitas-komunitas. Maka mereka bisa datang ke Banyuwangi. Ini salah satu cara untuk menarik wisatawan ke Banyuwangi,” kata Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas.

Selain Fishing Festival, Banyuwangi juga menggelar berbagai festival yang bisa memenuhi hasrat komunitas. Seperti komunitas sepeda, Banyuwangi menggelar Internasional Tour de Banyuwangi Ijen, dan Banyuwangi International BMX.

Untuk komunitas berbagai pencinta olahraga, selain sepeda, Banyuwangi juga menyiapkan Kite and Wind Surfing Competition. Selain itu juga Ijen Green Run, yang digelar, Minggu (08/04/2018) untuk penggemar lari, serta berbagai event komunitas lainnya.

Dengan membuka ruang aktivitas pada komunitas, terbukti minat pemancing pada Banyuwangi Fishing Festival sangatlah besar. Peserta membeludak lebih dari dua kali lipat dari yang ditargetkan panitia.

Total peserta mencapai 675 pemancing yang berasal dari berbagai daerah. Termasuk Jakarta, Tangerang, Surabaya, Madura, Bali, Sidoarjo, Probolinggo, Jember. Padahal panitia hanya membatasi jumlah 250 peserta.

Anas mengaku tak menyangka minat penggemar mancing sangat besar pada event yang baru pertama kali digelar Banyuwangi ini. “Saya tidak menyangka ternyata begitu banyak para penggemar mancing. Semoga kerasan selama di Banyuwangi,” kata Anas.

Anas menambahkan, kegiatan seperti Banyuwangi Fishing Festival ini, merupakan bagian dari upaya Banyuwangi untuk menjaga kelestarian laut Banyuwangi. “Dengan banyaknya titik pantai yang bisa menjadi tempat wisata seperti ini, maka akan terbentuk kelompok sadar wisata yang ikut menjaga pantai dan ikut serta membersihkannya,” jelasnya.

Banyuwangi Fishing Festival ini sengaja digelar pada bulan April karena menjadi bagian dari peringatan Hari Nelayan, yang jatuh tiap tanggal 6 April. Untuk itu, panitia tidak hanya sekadar menggelar lomba mancing, tapi juga menyisipkan misi menjaga laut.

Para peserta terlebih dahulu diberikan paparan tentang cara memancing yang ramah lingkungan dan menggunakan alat-alat pancing yang juga ramah lingkungan.

Kepala Dinas Perikanan Banyuwangi, Hary Cahyo Purnomo, mengatakan, pihaknya meminta maaf apabila banyak yang tidak bisa tertampung. “Setelah pendaftaran ditutup, ternyata banyak yang masih ingin mendaftar,” kata Hary.

Peserta Fishing Festival dibagi menjadi dua. Sebanyak 475 peserta di wilayah tengah atau 4 mil dari bibir pantai, dan 200 pemaincing di wilayah pinggir atau radius 1-2 mil.

Hary mengatakan, tujuan dari event ini selain wisata juga memperkenalkan laut Banyuwangi. Selat Bali memiliki posisi yang sangat strategis. Posisi Selat Bali bagian utara ini berbatasan dengan Laut Jawa, sehingga meungkinkan banyak golongan ikan laut dalam seperti ikan cakalang dan ikan putihan.

“Selat Bali merupakan pertemuan dua arus, sehingga di selat ini melimpah segala ikan. Laut Selat Bali terdapat berbagai macam mikro organisme yang dibutuhkan ikan,” kata Hary. (HENDRO SUCIPTO/AZT)

Editor: Aziz Tri P