2018, Banyuwangi Targetkan 5 Juta Kunjungan Wisatawan

Kunjungan wisatawan ke Banyuwangi
Salah satu atraksi wisata di Banyuwangi. Tahun ini Banyuwangi menargetkan 5 juta kunjungan wisatawan. FOTO: SUREPLUS/H SUCIPTO

BANYUWANGI-SUREPLUS: Kunjungan wisatawan ke Banyuwangi meningkat di era kepemimpinan Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas. Tahun 2018 ini, Banyuwangi menargetkan kunjungan 5 juta wisatawan domestik, dan 100.000 wisatawan mancanegara.‎

Pada 2017 lalu, kunjungan wisatawan domestik ke Banyuwangi mencapai 4,8 juta pengunjung, sedangkan wisatawan mancanegara mencapai 91.000 orang. Padahal pada 2010 atau awal Bupati Anas menjabat, kunjungan wisatawan mancanegara hanya 5.205 orang, sedangkan domestik 497.000 orang.

Peningkatan itu berbanding lurus dengan peningkatan pendapatan per kapita warga Banyuwangi yang melonjak dua kali lipat, dari Rp 20,8 juta pada 2010, menjadi Rp 41,5 juta per orang per tahun 2016.

Hal itu juga mendorong penurunan angka kemiskinan hingga menjadi 8,79 persen pada 2016, di bawah rata-rata angka kemiskinan di Jawa Timur yang masih tembus 11 persen.

Peningkatan jumlah wisatawan itu turut menggerek pendapatan devisa Rp 546 miliar berdasar perhitungan Kementerian Pariwisata. Target 5 juta wisatawan meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun lalu, yang menargetkan 2,3 juta wisatawan.

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, mengatakan, beragam program pengembangan pariwisata digelar tahun 2018 ini untuk terus mendorong peningkatan jumlah kunjungan wisatawan.

“Destinasi wisata terus kami benahi agar wisatawan nyaman di Banyuwangi. Selain itu kami menambah Banyuwangi Festival dari 72 event tahun lalu, menjadi 77 tahun ini. Berbagai event baru kami persiapkan,” kata Bupati Anas, Sabtu (07/04/2018).

Target kunjungan 5 juta wisatawan bukan tanpa dasar. Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbupar) Banyuwangi, Muhammad Yanuarto Bramuda, target tersebut merupakan target realistis.

“Target tersebut berdasarkan data kunjungan wisatawan tahun lalu. Tahun lalu kami hanya menargetkan 2,3 juta wisatawan, tapi hasilnya melampaui target yaitu 4,3 juta wisatawan,” kata Bramuda.

Bramuda mengatakan, kepercayaan diri Banyuwangi ini didukung oleh infrastruktur yang terus meningkat tahun ini. Investasi penginapan akan bertambah pada 2018.

“Tahun ini akan berdiri tiga tiga hotel baru lagi yakni Hotel Ilira, Aston, dan jaringan Alila. Ini melengkapi berbagai hotel berbintang yang telah ada,” kata Bramuda.

Selain itu, untuk menambah tingkat kunjungan wisatawan, kata Bramuda, Banyuwangi terus mengembangkan berbagai destinasi wisata lainnya selain destinasi wisata yang telah dikenal lebih dulu.

Seperti wisata hutan pinus Songgon yang dilengkapi olahraga arung jeram, air terjun Kalijagir di Glagah, Waduk Sidodadi di Glenmore, dan wisata mangrove Bengkak di Wongsorejo.

“Berbagai destinasi ini bisa jadi pilihan wisata yang menarik bagi para wisatawan. Ini juga untuk mengurai kepadatan jumlah wisatawan di lokasi wisata yang biasanya sangat padat di masa liburan, seperti Gunung Ijen dan lainnya,” ujarnya‎. (HENDRO SUCIPTO/AZT)

Editor: Aziz Tri P