Kurang Pengetahuan, Bisnis UMKM Terhambat

pelaku UMKM di Kota Kediri
Kurangnya pengetahuan pelaku UMKM di Kota Kediri, terutama terhadap kemudahan akses modal bergulir menjadi salah satu faktor penghambat pengembangan bisnis mereka. FOTO: SUREPLUS.ID/AYU CITRA SR

KEDIRI-SUREPLUS: Kurangnya pengetahuan pelaku UMKM di Kota Kediri, terutama terhadap kemudahan akses modal bergulir menjadi salah satu faktor penghambat pengembangan bisnis mereka.

“Padahal dari program inilah, pemda setempat berupaya maksimal memberikan bantuan permodalan bagi UMKM,” kata Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemerintah Kota Kediri, Enny Endarjati, di Kediri, Sabtu (7/4/2018).

Bantuan permodalan berupa modal bergulir ini, jelas dia, dapat diakses oleh pelaku UMKM dengan mencari informasi langsung di Kantor Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Tenaga Kerja Kota Kediri.

“Dari upaya inilah, para pelaku UMKM dapat mengakses dana sebagai modal usaha,” katanya.

Bahkan, tambah dia, pelaku UMKM bisa mendapatkan pinjaman dana dengan bunga yang rendah atau sekitar 4 persen per tahunnya. Untuk pengajuan pinjaman ini, setiap pelaku UMKM harus mempunyai agunan.

“Misalnya saja, jaminan berupa Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB),” katanya.

Dengan cara ini, yakin Enny, pinjaman dana maksimal yang mereka dapatkan mencapai Rp 25 juta per debitur. Kalau jangka waktu pelunasan pinjaman dana ini, maksimal selama 3 tahun.

Sementara itu, Kepala Seksi Produksi dan Pengembangan Usaha Mikro, Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Tenaga Kerja Kota Kediri, Agus melanjutkan, bahwa modal bergulir ini juga bisa diakses pelaku UMKM untuk pendampingan usaha.

“Tentunya ada syarat yang dipenuhi. Seperti harus ada usaha dan domisili di Kota Kediri. Selain itu, mereka juga harus mempunyai jaminan berupa BPKB kendaraan bermotor,” katanya.(Ayu Citra SR/ZAL)

Editor: Fahrizal Arnaz