E-SBN, Cara Baru Berinvestasi Secara Online

Surat Berharga Negara
Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko (DJPPR) Kemenkeu merilis rencana peluncuran Surat Berharga Negara yang dapat dibeli secara online (e-SBN) seri SBR003. FOTO: KEMENKEU.GO.ID

JAKARTA-SUREPLUS: Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) merilis rencana peluncuran Surat Berharga Negara yang dapat dibeli secara online (e-SBN) seri SBR003. Peluncurannya pada 14 Mei 2018 mendatang.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko (DJPPR) Luky Alfirman di ruang media Gedung Juanda 1 Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jumat (06/04/2018).

“Kita ingin mengubah paradigma masyarakat investment society yang sebelumnya hanya sekedar saving society, sekedar menabung. Menjadi mayarakat yang punya kesadaran berinvestasi,” kata Luky Alfirman seperti dikutip dari kemenkeu.go.id.

Lalu caranya bagaimana? “Menyediakan instrumen yang mudah diakses. Ini akan menarik generasi milennial yang tidak suka proses yang panjang dan sangat tergantung dengan gadget, internet. Ini yang coba kita hasilkan,” papar Dirjen DJPPR.

SBR 003 dinilai sangat terjangkau bagi generasi milennial karena dapat dimiliki mulai Rp 1 juta. Batas maksimal kepemilikan SBR 003 adalah Rp 3 miliar dengan yield di atas rata-rata bunga deposito bank BUMN.

“Sejak diterbitkan, kita sudah berjanji bahwa tingkat bunga SBN Ritel itu selalu lebih tinggi dari tingkat bunga rata-rata deposito (bank) BUMN,” jelas Direktur Surat Utang Negara (Direktur SUN), Loto Srinaita Ginting.

Sedangkan mekanisme pemesanan pembelian SBR003 dilakukan secara langsung kepada Pemerintah, melalui sistem elektronik yang disediakan oleh mitra distribusi (agen penjual), yang direncanakan mulai 14-25 Mei 2018.

Mitra distribusi pilot project (dalam proses pendaftaran) terdiri dari enam bank, dua perusahaan efek dan satu Fintech. Enam bank tersebut adalah Mandiri, BNI, BRI, BCA, Permata dan DBS. Sedangkan mitra perusahaan efek adalah Tri Megah dan Bareksa. Adapun mitra Fintech adalah Investree.

“Saat ini ada enam bank, dua perusahaan efek dan satu Fintech. Seingat saya Fintechnya Investree, perusahaan efeknya adalah Trimegah dan Bareksa. Enam banknya adalah Mandiri,BNI, BRI, BCA, Bank Permata dan DBS,” ungkap Direktur SUN.

Sedangkan sistem pemesanan pembelian secara online merupakan inovasi Pemerintah untuk mempermudah akses masyarakat berinvestasi di SUN Ritel serta memberi alternatif dari pembelian secara offline. (PRS/AZT)

Editor: Aziz Tri P