Bacan Tetap Menjanjikan di Pasar Batu Akik

booming batu akik
Meski tak lagi booming, sebagian pedagang batu akik masih tetap bertahan. Apalagi mereka yakin bahwa sektor bisnis ini tetap menjanjikan. FOTO: SUREPLUS.ID/SAHLUL FAHMI

GRESIK-SUREPLUS: Booming batu akik memang telah berlalu. Tapi sebagian pedagang batu akik masih tetap bertahan di bisnis ini. Apalagi mereka yakin bahwa sektor bisnis ini tetap menjanjikan. Meski keuntungannya tak sebanyak seperti saat booming, namun jika ditekuni bisnis ini bisa membawa hasil yang lumayan.

Salah seorang pedagang batu akik asal Gresik yang masih eksis hingga saat ini adalah Selamet Agung Riadi. Pria asli Gresik ini mengaku masih bisa mendapatkan keuntungan rata-rata Rp 2 juta per minggu.

“Jika dilihat dari keuntungan yang didapat memang terpaut jauh jika dibanding saat batu akik booming. Tapi karena pada dasarnya saya menyukai batu akik, dan batu akik itu memiliki penggemar setia akhirnya saya tetap memilih berbisnis di sektor ini,” kata Selamet Agung Riadi kepada Sureplus.id, Jumat (06/04/2018).

Memang tak semudah dulu untuk bisa menjual dagangannya. Kini Selamet mengaku harus bekerja lebih aktif dalam memasarkan koleksinya. “Saya memiliki data kostumer yang masuk kategori pecinta batu akik sejati. Ini yang saya jadikan pasar utama. Selebihnya saya tawarkan secara online melalui media sosial,” ungkap Selamet.

Jenis batu akik yang kini dijual juga tak sebanyak ketika booming. Selamet mengatakan kini dirinya hanya fokus berjualan batu akik jenis bacan. Menurutnya popularitas bacan membuat batu ini masih banyak dicari oleh para pecinta batu akik.

“Batu akik bacan ini kan dijadikan salah satu cinderamata istana negara untuk tamu-tamu kenegaraan yang berkunjung ke Indonesia. Karena itu imej jenis batu ini ikut terangkat, sehingga banyak orang yang terpikat ingin mengoleksinya,” ungkap Selamet.

Soal harga Selamet menawarkan secara variasi mulai dari yang harganya Rp 50 ribu hingga yang Rp 25 juta. “Perbedaannya tentu dari segi kualitas pengkristalan batu tersebut. Yang kedua adalah dari bahan ring yang digunakan,” paparnya.

Batu akik harga sekitar Rp 50 ribu biasanya hanya menggunakan ring alpaka. Sedang untuk harga batu akik harga Rp 5 juta menggunakan ring swasa dengan kadar emas 50 persen. Sementara untuk batu akik yang harganya pencapai Rp 20 juta lebih menggunakan ring swasa dengan kadar emas 75 persen. (SAHLUL FAHMI/AZT)

Editor: Aziz Tri P