Siapkan Pelajar Lamongan ke PSP Propinsi

Pekan Seni Pelajar
Pekan Seni Pelajar (PSP) Lamongan Tahun 2018 ini digelar di aula Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lamongan, Kamis (05/04/2018). FOTO: SUREPLUS.ID/SAHLUL FAHMI

LAMONGAN-SUREPLUS: Wakil Bupati (Wabup) Lamongan, Kartika Hidayati membuka Pekan Seni Pelajar (PSP) Lamongan Tahun 2018 di aula Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lamongan, Kamis (05/04/2018). PSP tahun ini digelar selama dua hari di empat lokasi.

Disampaikan oleh Kepala Disparbud Chairil Anwar, PSP tahun ini digelar pada tanggal 5 dan 6 April 2018 di Disparbud, Dinas Pendidikan, Dinas Perpustakaan Daerah dan tribun alun-alun Lamongan.

Dia mengungkapkan, pada hari pertama akan dilaksanakan lomba bagi peserta SD (Sekolah Dasar) dan MI (Madrasah Ibtidaiyah), dan pada hari kedua untuk SMP dan MTs (Madrasah Tsanawiyah). PSP ini diikuti pelajar perwakilan dari 27 kecamatan di Lamongan.

Sementara bidang seni yang dilombakan yakni seni tari, seni lukis, seni poster, baca puisi dan musikalisasi puisi, seni musik, seni patung, seni samroh serta paduan suara.

Chairil Anwar mengungkapkan bahwa event tersebut dimaksudkan untuk menggali potensi pelajar Lamongan di bidang kesenian. “Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk membekali dan menumbuhkembangkan kecintaan pelajar terhadap kesenian, serta mempersiapkan bibit seniman guna dibawa pada ajang Pekan Seni Pelajar Propinsi pada 2019 mendatang, “ katanya menambahkan.

Kemudian untuk juri, panitia bekerjasama dengan dalam Dewan Kesenian Propinsi Jawa Timur, Dewan Kesenian Lamongan, serta Paguyuban Seni dan Pembina Kesenian Sekolah.

Wabup Kartika Hidayati dalam sambutannya memberikan motivasi pada penyelenggara agar secara rutin melaksanakan PSP. Karena menurut ia, jiwa seni juga bisa menjadi media pembentuk karakter generasi muda.

“Negara ini tidak hanya dibangun oleh teknologi dan sains yang tinggi, tetapi juga oleh jiwa seni yang tinggi. Jika tidak disertai dengan jiwa seni maka akan menjadi negara yang kaku dan keras. Sehingga pemimpin dan pengajar juga harus memiliki jiwa seni. Maka kegiatan semacam ini patut diapresiasi guna mengembangkan jiwa seni tersebut,” jelas Kartika Hidayati. (SAHLUL FAHMI/AZT)

Editor: Aziz Tri P