Olah Ikan Asap Jadi Produk Makanan Ringan

stik ikan asap
Produk stik ikan asap yang diproduksi Siti Chotimah dari kawasan Bulak, Surabaya kini menyebar ke keluar Surabaya hingga ke Trenggalek. FOTO: SUREPLUS/ANDYAN

SURABAYA-SUREPLUS: Kawasan Bulak Surabaya memang terkenal sebagai sentra olahan ikan laut yang beragam. Salah satunya ikan asap. Di sepanjang Jalan Bulak Kenjeran terdapat sejumlah pedagan yang menjual ikan asap.

Ikan asap yang selama ini kita temui hanya untuk menu nasi sambal, rupanya lewat tangan kreatif Siti Chotimah, ikan asap mampu diinovasi menjadi sebuah makanan ringan yang bernama stik ikan asap.

Ia menceriakan, awal mula mendirikan usaha berbasis UMKM ini karena di kawasan Pasar Sentra Ikan Bulak terkenal dengan hasil laut berupa ikan asap. Karena ingin menaikkan ikon ikan asap di Pasar Bulak, lantas terwujudlah inovasi olahan ikan asap berupa makanan ringan.

“Saya memang ingin menaikkan ikon ikan asap di sini, lalu saya membuat inovasi stik ikan asap,” ujar Siti Chotimah.

Ikan asap selalu memiliki aroma yang khas yaitu bau sangitnya. Saat membuat olahan stik ikan asap ini, Siti tak mau kehilangan aroma khas tersebut. Maka ia mempunyai cara jitu agar stik olahannya bisa tetap mempertahankan aroma khas tersebut.

“Ikan asap awalnya harus dikukus selama 15 sampai 20 menit agar airnya keluar semua. Air tersebut kemudian dicampur dengan tepung agar aromanya tidak hilang,” katanya.

Sukses mengelola ikan asap menjadi makanan ringan, tidak membuatnya bertahan hingga di situ. Akhirnya terwujud berbagai olahan ikan asap lainnya. “Selain stik, saya juga bikin sambal dari ikan asap serta tahu bakso yang baksonya juga dari ikan asap,” imbuhnya.

Untuk kemasan stik ikan asap, Siti membuat dua macam ukuran berat yakni 40 gram dan 100 gram. Untuk harganya pun juga menurut berat kemasan, seperti berat 40 gr dipatok denga harga Rp 5.000 sedangkan untuk 100 gram dipatok Rp 15 ribu.

Rupanya olahan ikan asap berupa stik ini ini peminatnya sudah menjangkau hingga luar Kota Surabaya. Tak hanya itu, produk stik ikan asap ini juga menjadi inspirasi ibu-ibu nelayan yang ada di Jawa Timur.

“Sudah respon dari Trenggalek, dan di sana minta untuk digelar pelatihan mengolah ikan asap. Karena, di sana juga terkenal dengan ikan asap gapit,” jelasnya.

Dari modal awal yang hanya untuk membuat olahan stik ikan asap, usaha wanita asal Kediri ini mampu meraup omset Rp 2 juta per minggu. Lumayan bisa untuk membantu kebutuhan ekonomi keluarganya. (ANDYAN/AZT)

Editor: Aziz Tri P