Lewat Pokmas, Istonik Tingkatkan Ekonomi Keluarga

Peran ibu rumah tangga
Istonik, salah seorang ibu rumah tangga di Desa Cerme, Kec Grogol, Kab Kediri, berhasil membantu ekonomi keluarga dengan berdagang sayur matang. FOTO: SUREPLUS/AYU CITRA SR

KEDIRI-SUREPLUS: Peran ibu rumah tangga, mungkin bagi sebagian orang hanya dipandang sebelah mata. Hal ini karena umumnya mereka tidak bekerja di kantor alias cukup berkutat di rumah dan mengurus anak-anaknya.

Namun, di Desa Cerme, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri, seorang ibu rumah tangga bernama Istonik, tidak bisa diremehkan begitu saja. Dari kerja kerasnya inilah, perempuan berhijab ini tak hanya berhasil mengurus rumah tetapi sekaligus membantu meningkatkan ekonomi keluarganya.

“Upaya ini saya lakukan setelah ikut bergabung dalam Kelompok Masyarakat (Pokmas) Barokah, di Desa Cerme, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri,” ujar Istonik, penjual aneka sayur matang, yang bernaung di bawah Kelompok Masyarakat (Pokmas) Barokah, di Kabupaten Kediri, Kamis (05/04/2018).

Tak hanya Istonik, sampai sekarang Pokmas tersebut telah memiliki anggota sekitar 35 orang. Mereka umumnya adalah kalangan ibu rumah tangga kreatif dan inovatif.

Hal tersebut, dapat dilihat dari beragam sayur matang yang diolah dan ditawarkan kepada konsumen langganan mereka. Seperti halnya, aneka botok, sayur sop, sayur bobor, bandeng presto, dan lauk pauk lainnya.

“Dari tiap anggota ini, kami tidak boleh memasak menu yang sama, sehingga variasi masakan yang dipajang di lapak ini bisa beragam,” ulasnya.

Mengenai harga, dia mengaku, tidak menjual produk tersebut dengan harga mahal. Akan tetapi, dipasarkan dengan harga terjangkau. Bahkan disesuai dengan daya beli konsumen di sekitar tempatnya berdagang.

Misalnya saja, untuk harga aneka botok dibanderol Rp 1.000 per bungkus. Kemudian yang paling mahal harganya adalah bandeng presto, sebesar Rp 10.000 per paket. Ada pula produk lain, berupa sayur sop, sayur asam, sayur lodeh, hingga sayur bobor.

Untuk permintaan pasar, Istonik menambahkan, animo masyarakat Desa Cerme dan sekitarnya sangat bagus. Mereka antusias membeli beragam produk tersebut. Apalagi, sebelum datang ke lokasi justru mereka bisa melihat menu makanan yang dijual dari media sosial.

“Nah itu karena kami dan anggota Pokmas Barokah, memakai sarana media sosial sebagai strategi pemasaran. Contohnya dari whatsapp, facebook, dan instagram,” katanya.

Pemakaian instrumen media sosial ini, lanjut dia, juga disesuaikan dengan kepemilikan akun milik konsumen pada umumnya, sehingga jangkauan pasar mereka semakin meluas. Sementara itu, berbagai ragam masakan matang ini dapat diperoleh konsumen mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB. (AYU CITRA SR/AZT)

Editor: Aziz Tri P