Melihat Potensi Investasi Secara Online

Go-Fas(t), Kolaborasi DJP dan Bea Cukai

investasi di Indonesia
Kemenkeu menggelar konferensi pers Program Sinergi Pajak dan Bea Cukai di Aula Djuanda Gedung Juanda 1, Jakarta, Rabu (04/04/2018). FOTO: KEMENKEU.GO.ID

JAKARTA-SUREPLUS: Tiga program utama antara Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) disinergikan untuk kemudahan bisnis dan investasi di Indonesia. Yaitu, Joint Endorsement, Joint Assistance dan Implementasi Free Trade Zone di kawasan Bebas Batam.

Salah satu kolaborasi dua institusi tersebut adalah joint-assistance berupa fitur Go-Fas(t). Fitur ini dapat memberi gambaran pada calon investor tentang fasilitas fiskal di bidang perpajakan, kepabeanan dan cukai.

“Banyak sekali calon investor bertanya pada kita, kira-kira kalau punya uang, kemudian mau investasi, kira-kira apa fasilitas yang bisa kita nikmati? Kepada orang-orang ini pertama adalah dia belajar peraturannya,” jelas Dirjen Bea dan Cukai, Heru Pambudi.

Seperti dikutip dari berita Kementerian Keuangan (Kemenkeu) di kemenkeu.go.id, hal itu dikatakan Heru Pambudi saat konferensi pers Program Sinergi Pajak dan Bea Cukai di aula Djuanda, Gedung Juanda 1, Rabu (04/04/2018).

Asistensi ini dilakukan secara online dengan memasukkan beberapa kriteria dari bisnis yang ingin dilakukan. Namun, bila calon investor menginginkan informasi yang lebih lengkap untuk konsultasi, maka agen fasilitas pada DJBC dan Account Representative (AR) pada DJP dapat dihubungi via telepon yang tertera di fitur tersebut.

Hal itu sesuai pilihan geografis yang ingun diinput. Sebagai informasi, fitur Go-Fas(t) ini dapat diakses di tautan www.beacukai.go.id/gofast. (PRS/AZT)

Editor: Aziz Tri P