Ribuan Kuota BPNT Kota Kediri Belum Terisi

kuota Bantuan Pangan Non Tunai
Dinsos Kota Kediri mencatat lebih dari 1.000 kuota Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kota Kediri masih belum terisi. FOTO: SUREPLUS.ID/AYU CITRA SR

KEDIRI-SUREPLUS: Dinas Sosial Kota Kediri mencatat sebanyak lebih dari 1.000 kuota Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kota Kediri masih belum terisi hingga saat ini.

“Jumlah ini merupakan pengurangan dari kuota sebanyak 12.000 penerima lebih dari pemerintah pusat, yang dikurangi dengan realisasi sejumlah 11.000-an penerima di wilayah Kota Kediri,” kata Eko Budi Santoso, Kepala Bidang Perlindungan Jaminan Sosial, Dinas Sosial Kota Kediri, di Kota Kediri, Rabu (4/4/2018).

Sementara itu, jelas Eko, berkurangnya jumlah realisasi BPNT karena beberapa faktor. Yang mana, di antaranya ada sejumlah penerima tersebut telah meninggal dunia serta identitasnya tidak ditemukan.

“Meski demikian kami sudah mengusulkan pengisian nama penerima BPNT baru ke pemerintah pusat. Tapi hasilnya juga masih belum turun hingga sekarang,” ujarnya.

Dia memperkirakan, hasil pengiriman tersebut akan diberikan pemerintah pusat pada bulan Juni mendatang. Walau begitu, secara umum pada prinsipnya penyaluran BPNT di kota ini cukup lancar. Hal ini karena setiap bulan,  khususnya pada tanggal 25 pemerintah pusat sudah mentransfer ke masing-masing penerima manfaat.

“Untuk penyaluran BPNT ini, meliputi di Kecamatan Kota dan Kecamatan Pesantren menggunakan bank BNI.  Kemudian penerima di Kecamatan Mojoroto menggunakan Bank Mandiri,” katanya.

Mengenai kendala di lapangan, Dinsos setempat mencatat memang ada sejumlah hambatan. Seperti lampu mati, mesin EDC rusak, maupun saldo yang masih kosong dan ini hampir terjadi setiap bulan pasti ada.

“Kalau ada saldo yang masih kosong, kami harapkan  masyarakat penerima manfaat untuk segera melapor ke dinas sosial. Lalu, laporan ini akan diteruskan ke himpunan bank negara (Himbara),” katanya.

Eko melanjutkan, nominal bantuan melalui Program BPNT yang ditransfer ke setiap penerima manfaat senilai Rp 110 ribu. Selama ini, penukaran barangnya adalah beras dan telur di tiap e-warung gotong royong (e-warong).

“Di Kota Kediri ada 14 e-warong yang tersebar di masing-masing kecamatan,” katanya.(Ayu Citra SR/ZAL)

Editor: Fahrizal Arnaz