China Potong Pajak Produsen Chip

industri semikonduktor
Pemerintah China telah menyatakan bahwa pihaknya berencana untuk memotong pajak bagi pembuat semikonduktor dan mereformasi aturan terkait regulasi pembuat chipset. FOTO: GIZMOCHINA

CHINA-SUREPLUS: Baru-baru ini industri semikonduktor ramai membahas soal kegagalan broadcom mengakuisisi Qualcomm lantaran andil pemerintah AS. Seperti berita yang sudah beredar luas sebelumnya, pemerintah As menghambat proses penawaran Broadcom dengan alasan pengambilalihan ini bisa membahayakan AS karena dianggap bisa mengancam keamanan Negeri Paman Sam.

Langkah pemerintah AS ini merupakan upaya untuk melindungi perusahaan pribumi Amerika dari para pesaingnya. Langkah serupa tampaknya dilakukan China. Negeri Tirai Bambu kabarnya berusaha untuk menumbuhkan pasar semikonduktor lokal. Demikian dilaporkan oleh Gizmochina.

Pemerintah China telah menyatakan bahwa pihaknya berencana untuk memotong pajak bagi pembuat semikonduktor dan mereformasi aturan terkait regulasi pembuat chipset di negara itu. Dengan begitu, pemerintah China berharap dapat mendukung industri semikonduktor lokalnya.

Kementerian Keuangan China menyatakan, perusahaan akan dibebaskan dari pajak penghasilan korporasi hingga lima tahun, terhitung mulai 1 Januari 2018. Setelah 5 tahun kemudian, tarif pajak perusahaan akan menjadi setengah dari saat ini 25 persen hingga 10 tahun.

Pemangkasan pajak ini akan menjadi titik berat pemotongan pajak yang baru saja diumumkan. Kebijakan ini diyakini akan menguntungkan perusahaan manufaktur berteknologi tinggi. Namun perusahaan didorong untuk membuat inovasi guna mendukung rencana pemerintah China untuk mewujudkan Made in China 2025. Ini merupakan cetak biru bagi negara Asia untuk mempertajam daya saingnya di dunia teknologi global.

Semua upaya ini ditujukan untuk mengembangkan perusahaan chipset lokal. China juga berbagi pandangan bahwa ketergantungan pada impor dapat merusak keamanan nasional dan menghambat pengembangan sektor teknologi yang berkembang.

Dengan demikian, proyek China dapat mencapai posisi terdepan dalam desain dan manufaktur dengan menghabiskan sekitar 150 miliar dolar AS selama 10 tahun. Tentu AS bakal mendapat saingan berat mengingat selama ini mereka mendominasi sektor tersebut.(GCC/ZAL)

Editor: Fahrizal Arnaz