Gebyar Bulan Panutan PBB 2018 di Kota Kediri

Gebyar Bulan Panutan PBB Tahun 2018
Jumadi, Pjs Walikota Kediri saat memberikan apresiasi kepada wajib pajak. FOTO: SUREPLUS.ID/AYU CITRA SR

KEDIRI-SUREPLUS: Meningkatnya kesadaran warga Kota Kediri dalam membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) lebih awal, membuat pemda setempat memberikan apresiasi sangat besar. Kondisi ini terlihat dari pelaksanaan Gebyar Bulan Panutan PBB Tahun 2018 di Kota Kediri.

Menurut Pejabat Sementara (Pjs) Walikota Kediri, Jumadi, saat membuka Gebyar Bulan Panutan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), kegiatan ini dilaksanakan untuk mengapresiasi wajib pajak yang telah membayar PBB lebih awal.

“Dengan banyaknya wajib pajak yang membayar lebih awal, maka akan mempercepat pembangunan yang ada di Kota Kediri. Bapak dan ibu yang ada di sini adalah pahlawan pembangunan di Kota Kediri,” kata Jumadi, Pjs Walikota Kediri, saat membuka Gebyar Bulan Panutan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Tahun 2018, di Kantor DPPKA Kota Kediri, Selasa (3/4/2018).

Lantaran, sejak bulan Desember telah ditentukan apa saja pembangunan di Kota Kediri. Dengan demikian ketika PBB dibayar sebelum jatuh tempo maka pembangunan akan lebih cepat.

Di sisi lain, tambah dia, salah satu pendapatan lokal di Kota Kediri melalui PBB. Sementara, target PBB tahun 2017 telah terlampaui.

“Jadi target PBB tahun 2017 adalah Rp 23,150 miliar tetapi realisasinya mencapai Rp 23,330 miliar yang artinya telah terlampaui 0,78 persen. Dan secara umum kondisi ini merupakan prestasi yang baik,” katanya.

Ke depan, PBB tahun 2018 di Kota Kediri akan mengalami kenaikan target sebesar Rp 24,5 miliar. Target penerimaan PBB ini naik sebesar Rp 1,2 miliar, di mana angka tersebut merupakan 10 persen dari PAD yang ada di Kota Kediri.

“Kami pikir ini merupakan satu hal yang baik dari komponen fiskal atau revenue di Kota Kediri. Ke depan akan selalu ada kenaikan target dan ini penting karena sejak tiga tahun lalu tax lokal dikelola oleh daerah,” katanya.

Jumadi berharap, dengan memberikan apresiasi kepada wajib pajak maka akan semakin banyak lagi wajib pajak lain yang akan membayar PBB-nya lebih awal. (Ayu Citra SR/ZAL)

Editor: Fahrizal Arnaz