Kota Jasa Dan Perdagangan, Julukan Baru Kota Kediri

Kota Jasa dan Perdagangan
Pemkot Kediri meyakini perkembangan sentra ekonomi di kawasan ini mampu mengantarkan Kota Tahu Kediri dengan julukan barunya, sebagai Kota Jasa dan Perdagangan. FOTO: SUREPLUS.ID/AYU CITRA SR

KEDIRI-SUREPLUS: Pemerintah Kota Kediri meyakini perkembangan sentra ekonomi di kawasan ini mampu mengantarkan Kota Tahu Kediri dengan julukan barunya, sebagai Kota Jasa dan Perdagangan. Kondisi ini didukung oleh kemajuan beragam sektor ekonomi yang menunjang impian masyarakat tersebut, terutama dari sisi pariwisata dan pendidikan.

Menanggapi hal ini, Kepala Bagian Humas Dan Protokol Pemkot Kediri, Apip Permana, mengaku, kondisi ini juga dipengaruhi seiring meningkatnya kualitas masyarakat dalam berbagai aspek. Ragam ini di antaranya di sektor pendidikan, pariwisata, perdagangan, birokrasi pemerintah, hingga olah raga.

“Bahkan keberadaan pasar tradisional hingga pusat perbelanjaan modern sudah berkembang sangat pesat hingga saat ini,” ujar Apip Permana, Kabag Humas dan Protokol Pemkot Kediri, di Kota Kediri, Senin (2/4/2018).

Dari bidang pariwisata, jelas dia, kota ini mempunyai beragam tempat wisata yang menarik perhatian wisatawan. Seperti halnya, Hutan Kota Joyoboyo, Kolam Renang Paggora, Water Park Tirtayasa, Dermaga Jayabaya, Goa Selomangleng, dan Taman Sekartaji.

“Selain itu, di area sepanjang Jalan Dhoho juga menjadi pusat pertokoan terpadat di Kediri. Yang mana, kawasan ini sering menjadi rujukan wisatawan melakukan wisata belanja,” katanya.

Di samping itu, sebut dia, beberapa sudut di Kota Kediri juga terdapat minimarket, cafe, dan sejumlah hotel. Adapula beberapa lokasi hiburan malam hari dan tempat lainnya.

“Sejumlah area ini, diyakini menjadi penopang ekonomi sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat. Bahkan ikut meningkatkan angka pertumbuhan ekonomi di Kota Kediri,” katanya.

Untuk diketahui, lanjut dia, Kota Kediri merupakan kota terbesar ketiga di Provinsi Jawa Timur. Dari data sensus penduduk, Kota Kediri memiliki jumlah penduduk sebanyak 312.331 jiwa. Mayoritas penduduknya beragama Islam, diikuti Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Budha, Konghucu dan aliran kepercayaan lain.

“Suasana keberagamaan di Kota Kediri yang berlangsung harmonis, sehingga nyaris tidak pernah ada gesekan antar agama. Hal inilah, yang membuat perkembangan ekonomi dan iklim investasi di Kota Kediri menarik perhatian banyak investor,” katanya.(Ayu Citra SR/ZAL)

Editor: Fahrizal Arnaz