Ekspansi Bakpia Kediri Terhambat Keterbatasan Masa Berlaku

penganan bakpia
Umi Hanik, pemilik usaha bakpia dengan merek 141. FOTO: SUREPLUS.ID/AYU CITRA SR

KEDIRI-SUREPLUS: Sejumlah penggemar camilan asal Yogyakarta pasti mengenal penganan bakpia, yang terkenal legit dan lumer di lidah. Namun kuliner semacam itu kini juga dapat ditemui di Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Salah satunya yang diproduksi oleh Umi Hanik, pemilik usaha bakpia dengan merek 141, yang terletak di Jalan Diponegoro, Desa Sukorejo, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri.

Namun dalam mengembangkan usaha ini, perempuan ulet tersebut mengalami kendala serius. Salah satunya, faktor keterbatasan masa berlaku produk bakpia.

“Kalau di toko oleh-oleh, misalnya dari 10 kardus yang kami titipkan, biasanya produk bakpia ini kembali 7 kardus. Nah, cara pemasaran dan modal kecil inilah yang jadi kendala,” ujar Umi Hanik, pemilik UMKM bakpia merek 141, di Kabupaten Kediri, Senin (2/4/2018).

Akibat hambatan inilah, pelaku UMKM ini tidak berani melakukan ekspansi secara besar-besaran ke berbagai daerah. Selama ini, dia hanya memasarkan produk unggulannya ini ke sejumlah pusat perbelanjaan maupun pusat oleh-oleh modern di Kediri dan sekitarnya.

“Kami tidak berani memasarkan terlalu jauh, karena bakpia ini daya tahan produknya tidak bisa lama. Soalnya, ini bukan termasuk kue kering seperti cookies lain,” katanya.

Oleh karena itulah, Umi menambahkan, hingga kini hanya menerima pesanan bakpia dari konsumen yang datang ke rumah. Bahkan terkadang, ada pula pembeli yang menghubunginya via telepon.

Meski demikian, dalam satu hari pihaknya bisa membuat lebih dari 100 kardus bakpia saat ramai pemesan. Akan tetapi kalau sepi permintaan, dia hanya membuat dua hingga tiga kardus per hari.

“Umumnya, pesanan tersebut datang dari konsumen di Kediri, terutama untuk souvenir hajatan pernikahan maupun oleh-oleh,” katanya.(Ayu Citra SR/ZAL)

Editor: Fahrizal Arnaz