Perluas Pasar Industri Fashion

[caption id="attachment_1041" align="aligncenter" width="800"]Indonesia Fashion Week 2018 Industri fashion terus didorong agar semakin berperan penting dalam perekonomian nasional. Tampak parade di Indonesia Fashion Week 2018. FOTO: INSTAGRAM[/caption]

JAKARTA-SUREPLUS: Industri fashion terus didorong agar semakin berperan penting dalam perekonomian nasional. Hal itu dilakukan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) karena industri fashion termasuk salah satu industri kreatif yang menyumbang kontribusi PDB nasional 3,76 persen pada 2017.

Seperti dikutip dari Siaran Pers Kemenperin di situs kemenperin.go.id, Kamis (29/03/2018), pada periode 2017 tersebut, ekspor industri fahion nasional mencapai nilai 13,29 miliar dolar AS atau meningkat 8,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Ini merupakan prestasi yang sangat membanggakan dan menunjukkan bahwa industri fashion nasional memiliki daya saing yang tinggi di pasar internasional,” kata Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kemenperin, Gati Wibawaningsih saat pembukaan Indonesia Fashion Week 2018 di Jakarta, Rabu (28/03/2018).

Menurut Gati, di tengah persaingan yang semakin kompetitif, industri fashion harus terus didorong sehingga mampu bertahan dan meningkatkan penetrasi pasar internasional yang saat ini baru mencapai 1,6 persen.

“Upaya yang dilakukan, antara lain, menumbuhkan wirausaha baru, penerapan SNI, penguatan pendidikan vokasi yang tersertifikasi SKKNI, fasilitasi kemudahan KUR, restrukturisasi mesin, fasilitasi promosi, pendampingan tenaga ahli desain, peningkatan kompetensi SDM serta penguatan branding,” jelas Gati.

Salah satu strategi perluasan jangkauan pasar bagi produk fashion dilakukan melalui program e-Smart IKM yang telah di-launching sejak 2016 lalu. Melalui program tersebut, Kemenperin menyediakan showcase bagi produk dalam negeri, termasuk fashion, agar dapat merambah konsumen dari berbagai daerah.

“Pada tahun 2017 kami telah memberikan workshop e-Smart IKM pada 1.730 IKM dan pada tahun 2018 ini kami akan melakukan workshop serupa pada 4.000 IKM. Kami berharap para peserta IFW 2018 dapat bergabung dalam program e-Smart IKM ini,” katanya.

Lebih spesifik, Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia sangat berpotensi menguasai industri fashion muslim dunia. Industri busana muslim diperkirakan menyerap tenaga kerja sebanyak 1,1 juta orang dari total 3,8 juta tenaga kerja industri fashion. (PRS/AZIZ)

Posting Komentar

0 Komentar