Duel Tim Tradisonal versus Kuda Hitam

[caption id="attachment_572" align="aligncenter" width="800"] Liga Champion 2018. FOTO: AS.COM[/caption]

Duel Real Madrid vs Juventus di babak 8 besar Liga Champion 2018 boleh saja menjadi partai yang paling menyita perhatian banyak orang. Namun sebetulnya tiga bentrokan lainnya tak kalah seru. Betapa tidak, enam tim raksasa dari kompetisi berbeda akan saling mengalahkan. Lebih menarik lagi, masing-masing duel ini mempertemukan tim tradisional dengan tim kuda hitam.

Sebut saja pertemuan antara Barcelona versus AS Roma, Sevilla lawan Bayern Munchen, dan dua tim papan atas Liga Inggris, Liverpool kontra Manchester City. Dari ketiga duel itu, tentu bakal sulit memprediksi siapa yang bakal meraih tiket ke semifinal.

Tumbukan Barcelona dengan AS Roma misalnya, meski di atas kerta Barcelona lebih diunggulkan atas AS Roma, bukan berarti Lionel Messi dkk akan mudah menaklukkan lawannya. Setidaknya, tim asal Cataluna itu melaju ke semifinal akan dipaksa berjuang ekstra keras untuk meraih kemenangan, terutama ketika laga dimainkan di Olympico Stadium, Roma (Italia).

Tak jauh beda dengan duel Sevilla versus Munchen. Pertandingan ini akan sangat berat bagi kedua tim. Maklum, Sevilla memang bukan tim tradisional di LC, namun kemenangan terakhir atas Manchester United di kandangnya, Theater of Dream Stadium adalah bukti bahwa Ben Yedder dkk bukan tim ayam sayur.

Kemampuan Sevilla menyingkirkan MU dari panggung LC bisa jadi sebagai isyarat bahwa Munchen musti waspada bila tak ingin tersungkur seperti Red Devil. Hanya saja kembali ke faktor histori, Munchen lebih berpengalaman di belantika LC. Munchen juga salah satu tim kuat yang jauh lebih sulit ditaklukkan ketimbang MU yang sejak ditinggalkan Sir Alex Ferguson tak juga bangkit.

Dan partai terakhir yang mempertemukan dua tim kuat Liga Inggris juga tak kalah menarik. Sebagai catatan, Liverpool memiliki sejarah lebih panjang dibanding Man City. Liverpool adalah pemegang lima kali juara LC.

Meski dari segi prestasi di kompetisi domestik kalah mengilap dibanding Man City, Liverpool masih memiliki roh di panggung tersebut. Bandingkan dengan Man City yang belum sekali pun meraih gelar di kompetisi antar klub Eropa ini.

Namun jika acuannya prestasi kedua tim dalam beberapa tahun terakhir ini, Liverpool tentu harus mengakui keunggulan Man City. Tim besutan Joseph Guardiola itu tampil mengilap di kancah Liga Inggris dalam dua musim terakhir. Di atas kertas, Man City masih terlalu perkasa bagi Liverpool.(ZAL)

Posting Komentar

0 Komentar