Gelar Razia ke Pusat Perbelanjaan di Kota Kediri

Tak Ditemukan Ikan Makarel Kemasan Berbahaya

cacing hati berbahaya
Pemkot Kediri meyakini wilayah ini bebas dari peredaran produk ikan makarel kemasan, yang diduga mengandung cacing hati berbahaya. FOTO: SUREPLUS/AYU CITRA SR

KEDIRI-SUREPLUS: Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri meyakini wilayah ini bebas dari peredaran produk ikan makarel kemasan, yang diduga mengandung cacing hati berbahaya. Keyakinan ini diungkapkan, Yetty Sisworini, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Kediri.

“Kami telah melakukan razia terhadap penjualan produk berbahaya ini, di sejumlah pusat perbelanjaan modern di Kota Kediri. Bahkan, hasilnya diketahui di berbagai tempat itu tidak ditemukan produk tersebut,” kata Yetty Sisworini, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Kediri, di Kediri, Sabtu (31/03/2018).

Yetty mengungkapkan, hal ini dikarenakan sejumlah pemilik ritel modern ini telah melakukan penarikan terhadap sejumlah produk yang diduga mengandung parasit cacing. Terlebih lagi, memang mereka juga telah menerima surat perintah dari kantor pusatnya, untuk segera menarik produk ikan makarel kemasan, di mana sejumlah merek itu terdaftar sebagai barang berbahaya.

“Bahkan secara umum, pelaksanaan inspeksi mendadak di sentra ritel modern ini diikuti oleh berbagai pihak terkait. Seperti Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) setempat, Dinas Kesehatan Kota Kediri, dan Satgas Pangan Polres Kediri Kota,” katanya.

Dia menambahkan, agenda sidak ini dilakukan menyusul temuan Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) pada tanggal 28 Maret lalu. Lembaga pemerintah ini mendapatkan hasil bahwa ada 27 merek dagang produk ikan makarel kemasan, yang positif mengandung cacing hati.

“Upaya ini, sekaligus bentuk respon cepat dari pemda setempat untuk melindungi masyarakat dari produk yang berbahaya,” katanya.

Di lokasi terpisah, Suharyati, seorang ibu rumah tangga di Kediri, mengaku, sangat was-was dengan temuan BPOM RI ini. Apalagi, sebelum adanya temuan ini, dia sering menyuguhkan produk serupa kepada anaknya karena dinilai memiliki kandungan gizi lebih.

“Dengan adanya temuan ini, kami langsung menghentikan dulu membeli produk ikan makarel kemasan. Lebih baik, kami menunggu imbauan selanjutnya dari pemerintah dan beralih mengonsumsi bahan makanan yang lebih aman,” katanya. (AYU CITRA SR/AZIZ)