Rapat Koordinasi TPID Kota Kediri

Bahas Harga Bawang dan Cabai Rawit

kenaikan harga sejumlah bahan pokok
Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri menggelar Rapat Koordinasi di Ruang Kilisuci, Balai Kota Kediri, Jumat (30/03/2018). FOTO: SUREPLUS/AYU CITRA SR

KEDIRI-SUREPLUS: Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri melakukan Rapat Koordinasi di Ruang Kilisuci, Balai Kota Kediri. Hal ini dikarenakan kewaspadaan mereka terhadap kenaikan harga sejumlah bahan pokok yang dapat memicu inflasi pada bulan Maret 2018.

“Kami khawatir pada bulan Maret ini, kenaikan harga bawang dan cabai rawit bisa mengakibatkan inflasi,” kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri, Enny Endarjati, di Balai Kota Kediri, Jumat (30/03/2018).

Oleh sebab itu, dia mengimbau, agar kerja keras TPID Kota Kediri terus dipertahankan dan selalu menjaga sinergitas dengan berbagai pihak terkait. Terlebih lagi, memang saat ini pergerakan harga berbagai bahan pokok di Kota Kediri sudah menunjukkan kenaikan.

“Kami yakin, dengan berbagai cara ini, dapat membantu masyarakat menjaga keterjangkauan harga barang dan jasa di Kota Kediri. Bahkan, sekaligus mengendalikan inflasi agar tetap rendah,” katanya.

Sementara itu, Enny menambahkan, secara umum inflasi tahun kalender di Kota Kediri terendah di Jawa Timur. Hal ini tampak dari inflasi tahun kalender di Kota Kediri sebesar 0,40 persen sedangkan Jawa Timur dan nasional berada di angka 0,77 persen.

“Khusus untuk inflasi year on year (YoY) di Kota Kediri juga lebih rendah 2,18 persen, sedangkan Jawa Timur dan Nasional masing-masing sebesar 3,01 persen dan 3,18 persen,” katanya.

Berikutnya, ulas dia, inflasi di Kota Kediri pada bulan Februari lebih dipengaruhi oleh kenaikan dari seluruh kelompok pengeluaran. Seperti di antaranya, kelompok bahan makanan naik sebesar 0,83 persen, kelompok makanan jadi, rokok dan tembakau naik sebesar 0,11 persen, serta kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar naik sebesar 0,07 persen.

“Ada pula kelompok sandang naik sebesar 0,26 persen, kelompok kesehatan naik 0,04 persen,” katanya.

Kemudian, lanjut dia, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga yang naik 0,01 persen. Lalu, kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan naik sebesar 0,20 persen. (AYU CITRA SR/AZIZ)