Menkeu Sri Mulyani di Inspiring Lecture

Manfaatkan Teknologi, Layani Masyarakat

memanfaatkan kemajuan teknologi
Menkeu Sri Mulyani Indrawati memberikan paparan dalam sesi Inspiring Lecture di acara Presidential Lecture bagi sekitar 5.155 CPNS. FOTO: KEMENKEU.GO.ID

JAKARTA-SUREPLUS: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menegaskan, birokrat harus mampu memanfaatkan kemajuan teknologi. Teknologi mengubah tak hanya struktur politik, ekonomi dan bisnis tetapi juga kehidupan masyarakat sehari-hari.

Hal tersebut diungkapkan Menkeu Sri Mulyani dalam sesi Inspiring Lecture pada acara Presidential Lecture bagi sekitar 5.155 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Rekrutmen Tahun 2017 dari seluruh Kementerian dan Lembaga di Istora Senayan, Jakarta, pada Selasa (27/03/2018).

“Coba dengan data inilah kita harusnya sebagai birokrat mampu menganalisa dan mengantisipasi kemana arah masyarakat, perekonomian, teknologi dan negara kita di dalam menghadapi berbagai tantangan dan lingkungan yang berubah,” kata Sri Mulyani.

Seperti dikutip dari kemenkeu.go.id, Rabu (28/03/2018), maka untuk meresponnya, kata Menkeu, adalah based on data. “Ini adalah apa yang disebut birokrat jaman now. Anda bergerak, memformulasikan dan merespons based on data,” ungkap Menkeu.

Ia menginginkan agar para CPNS kemudian yang nantinya akan menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak boleh berhenti untuk belajar, sebab hal itulah yang akan membuat kemajuan bagi Republik Indonesia.

Dikatakannya, kalau bekerja di bidang PAN, maka hatus lihat bagaimana organisasi berubah. Kalau bekerja di bidang PUPR, maka harus melihat bagaimana konstruksi dan teknologi. Bagaimana membangun dari jalan sampai instalasi air minum.

“Kalau Anda bagian dari Kementerian Keuangan, maka Anda harus tahu apa yang disebut keuangan negara, bagaimana membandingkan APBN dengan antar negara,” tambah Menkeu.

Menkeu ingin agar para CPNS menjadi birokrat yang bersih dan berjiwa melayani dengan tidak pernah lelah mencintai Indonesia. “Jadilah birokrat yang melayani dan bersih. Jangan pernah menjadi bagian dari masalah. Pikir positif dan yang paling penting, jangan pernah lelah mencintai Republik Indonesia,” pungkas Menkeu. (PRS/AZIZ)