Menperin Hadiri Otomotif Award 2018

Industri Otomotif Jadi Sektor Andalan

industri otomotif
Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto di acara Otomotif Award 2018 di Jakarta, Rabu (28/03/2018). FOTO: KEMENPERIN

JAKARTA-SUREPLUS: Sumbangsih industri otomotif pada PDB mencapai 10,16 persen pada tahun 2017, serta mampu menyerap tenaga kerja langsung 350 ribu orang dan tenaga kerja tak langsung sebanyak 1,2 juta orang. Maka Industri otomotif merupakan salah satu sektor andalan.

“Kebutuhan masyarakat akan produk-produk otomotif pun semakin meningkat. Pada tahun 2020 nanti ditargetkan Indonesia mampu memproduksi lebih dari 1,29 juta unit, baik untuk memenuhi kebutuhan domestik maupun basis produksi tujuan ekspor,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto di acara Otomotif Award 2018 di Jakarta, Rabu (28/03/2018).

Seperti dikutip dari Siaran Pers Kemenperin di situs kemenperin.go.id, pada kesempatan tersebut, Menperin Airlangga mewakili Presiden Joko Widodo untuk menerima anugerah News Maker of The Year atas peran dan arahannya dalam pengembangan produk anak bangsa, khususnya pada sektor otomotif.

Lebih lanjut dikatakan Menperin, tren industri otomotif ke depan secara global adalah menuju ke arah produksi kendaraan yang energy efficient dan environmental friendly.

“Bagi Indonesia, sesuai komitmen pada COP21 untuk mengurangi emisi CO2 sebanyak 29 persen atas usaha sendiri dan 41 persen dengan bantuan Internasional di tahun 2030, kami telah menyiapkan langkah-langkah dalam rangka mengantisipasi hal-hal tersebut,” paparnya.

Langkah strategis yang telah dilakukan, antara lain melalui program Low Cost Green Car (LCGC) pada tahun 2013, hingga pengembangan Low Carbon Emmission Vehicle (LCEV),termasuk di dalamnya adalah mendorong produksi kendaraan listrik.

“Pada tahun 2025, ditargetkan 20 persen yang diproduksi oleh industri otomotif di Indonesia adalah kendaraan-kendaraan yang ramah lingkungan,” ujar Menperin.

Untuk itu, berbagai kebijakan dan insentif pengembangan sektor industri otomotif terus disempurnakan untuk mendorong pertumbuhan manufaktur serta investasinya.

“Selain itu, untuk mendorong ekspor, kami telah mengusulkan insentif untuk sedan, dengan penurunan PPnBM,” kata Airlangga. Maka dibutuhkan kerja sama dan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan agar kebijakan yang dikeluarkan tepat sasaran dan dapat berjalan dengan baik. (PRS/AZIZ)