Cuaca Buruk

Peternak Ayam di Kediri Merugi

Peternak Ayam di Kediri Merugi
Heni Yuliati, salah satu peternak ayam di Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri. FOTO: SUREPLUS.ID/AYU CITRA SR

KEDIRI-SUREPLUS: Sejumlah peternak ayam di Kabupaten Kediri mengaku mengalami kerugian besar dalam beberapa waktu terakhir. Lantaran, ayam yang mereka ternak mati mendadak.

“Kondisi ini membuat kami para peternak resah. Apalagi, faktor cuaca buruk telah mengakibatkan puluhan ayam ini mati mendadak,” kata Heni Yuliati, salah satu peternak ayam di Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Rabu (28/3/2018).

Dia mengaku, sejak beberapa minggu terakhir harga ayam utuh mengalami fluktuasi. Dicontohkannya, kalau pagi hari harga ayam hidup bisa di posisi tinggi.

“Tapi, tiba-tiba ketika sore hari mau dibeli pedagang, justru harganya turun drastis,” katanya.

Secara umum, tambah dia, berbagai hal ini karena banyak ayam milik peternak yang terserang demam. Khususnya saat cuaca berubah menjadi tak menentu, atau kadang suhu udaranya panas maupun dingin.

“Namun bagaimana lagi, kami terpaksa menjual ayam ini daripada ada banyak ayam yang mati mendadak lagi,” katanya.

Terkait besaran kerugian, ulas dia, kondisi ini juga dapat dilihat dari 800an ayam yang diternak, sebanyak 20 hingga 30 ayam di antaranya mati mendadak setiap hari. Sebagai dampak negatifnya, harga jual ayam ke pedagang makin turun signifikan.

“Walau merugi, kami mencoba bertahan di bisnis ternak ayam ini,” katanya.

Oleh karena itulah, harap dia, para peternak ayam di Kediri ini meminta pemerintah daerah setempat segera mencari solusi terbaik. Apalagi, sampai sekarang beternak ayam merupakan sumber penghasilan utama mereka. (Ayu Citra SR/ZAL)