Blusukan Menteri ESDM Ignasius Jonan

Wujudkan Pelayanan Energi dan Air

Menteri ESDM
Menteri ESDM Ignasius Jonan blusukan ke wilayah Kabupaten Alor, NTT saat melakukan kunjungan kerja. FOTO: HUMAS ESDM

ALOR-SUREPLUS: Menteri ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) Ignasius Jonan blusukan ke Desa Welai Timur, Kabupaten Alor, NTT (Nusa Tenggara Timur) saat melakukan kunjungan kerja.

Seperti dikutip dari Tim Komunikasi ESDM di esdm.go.id, Sabtu (24/03/2018), menurut Jonan, salah satu tantangan pembangunan nasional, termasuk di wilayah NTT adalah mewujudkan pelayanan yang berkeadilan sosial.

“Terjemahan kita, pelayanan yang berkeadilan sosial adalah semua kebutuhan dasar bagi seluruh warga sebisa mungkin terpenuhi dengan baik dan terjangkau harganya,” ungkap Menteri ESDM, Ignasius Jonan.

Rasio elektrifikasi yang masih rendah atau di bawah 60 persen, menjadi salah satu alasan Menteri Jonan blusukan ke propinsi NTT.

“Kita sama-sama akan kejar agar rasio elektrifikasi di sini sampai akhir 2019 bisa mencapai 99 persen. Tapi saya juga minta tolong, bapak gubernur, bupati, serta Aparat keamanan untuk juga membantu layanan pengurusan perizinan kelistrikan dan air,” katanya.

Kalau ada hambatan kecil-kecil, lanjut ia, bisa diselesaikan. “Arahan bapak Presiden, adminstrasi prosedur itu dipersingkat supaya tidak ruwet, tidak panjang,” tambah Jonan.

Dalam kunjungannya Menteri Jonan meresmikan 21 unit pembangkit listrik Energi Baru Terbarukan (EBT), 12 sumur bor air bersih dengan pembiayaan APBN 2016-2017 dan membagikan 1.747 lampu tenaga surya hemat energi (LTSHE) dengan pembiayaan APBN 2018. Keseluruhannya di NTT.

“Penerima LTSHE di NTT tahun ini sebanyak 1.747 keluarga yang belum menikmati listrik. Kalau kurang, Kepala Dinas ajukan lagi tapi usulkan by name by address, jadi lebih cepat prosesnya. Ini gratis, dipasangkan gratis dan tidak perlu bayar iuran listrik,” tambah Jonan.

Dari tempat terpisah, masyarakat Desa Pulau Buaya, Kabupaten Alor, sebagai salah satu yang menikmati listrik dari pembangkit listrik EBT menyampaikan terima kasih kepada Menteri ESDM melalui teleconference.

Selain berterimakasih atas PLTS yang diterima, warga Desa Pulau Buaya juga meminta bantuan air bersih karena mereka kesulitan air, bahkan harus menyebrang pulau untuk mendapatkannya.

Menanggapi hal tersebut Menteri Jonan bertanya berapa jumlah warga masyarakat di Pulau Buaya. “Sebanyak 1695 jiwa atau 378 KK seluruhnya,” jawab mantan Kepala Desa Pulau Buaya.

Lalu Menteri Jonan menjawab, “Tahun ini akan kita bangun 1 sumur bor untuk Desa Pulau Buaya, cukup untuk seluruh warga,” jawab Jonan.

Seperti diketahui, satu sumur bor air tanah dapat menghasilkan debit air sekitar 2 liter per detik dan dapat dinikmati oleh lebih dari 2.000 jiwa. (PRS/AZIZ)