Ganti Rastra Jadi BPNT Sebesar Rp. 110.000 Per bulan

penyaluran bantuan sosial beras sejahtera
Wakil Bupati Gresik, Dr. Mohammad Qosim saat menyampaikan sosialisasinya kepada sekitar 500 orang mulai dari Kepala Desa dan lurah serta berbagai pekerja social yang berada di wilayah kabupaten Gresik. FOTO: PEMKAB GRESIK

GRESIK-SUREPLUS: Tak lama lagi Pemerintah Kabupaten Gresik akan menghentikan penyaluran bantuan sosial beras sejahtera yang saat ini diberikan kepada 84.526 keluarga penerima manfaat (KPM). Sebagai gantinya, Pemkab Gresik menyiapkan pelaksanaan proses peralihan dari bantuan sosial beras sejahtera menjadi Bantuan Pangan non tunai (BPNT).

Wakil Bupati Gresik, Dr. Mohammad Qosim menyampaikan sosialisasinya kepada sekitar 500 orang mulai dari Kepala Desa dan lurah serta berbagai pekerja sosial yang berada di wilayah kabupaten Gresik. Pelaksanaan sosialisasi tersebut berlangsung di Gedung Mandala Bakti Praja Kantor Bupati Gresik pada Jum’at (23/3/2018).

“Kami berharap penerima bantuan ini adalah keluarga yang sesuai dengan kriteria yang ditetapkan oleh pemerintah. Jangan sampai orang yang tingkat ekonominya tinggi, tapi masih menerima bantuan BPNT ini. Makanya ini tugas para Kepala Desa dan lurah untuk bisa berbuat adil. Karena ketidak adilan dalam memimpin akan dimintai pertanggungjawaban di akherat kelak” Katanya mengingatkan.

Qosim juga mengharap agar dengan bantuan BPNT ini masyarakat bisa lebih sejahtera, karena nilai bantuan yang saat ini akan diterimakan lebih baik bila dikompensasikan dengan harga pangan yang beredar dipasaran.

Sementara Kepala Dinas Sosial Sentot Supriyohadi kepada kepala Bagian Humas dan Protokol Suyono mengatakan, berdasarkan keputusan Menteri Sosial Bansos Rastra akan diganti dengan BPNT. Rastra yang diberikan berupa beras kepada 84.526 KPM yang masing-masing menerima 10 kilogram gratis setiap bulan. Diperkirakan pada pembagian bulan Mei 2018 akan diganti menjadi BPNT.

“BPNT ini diberikan berupa dana non tunai sebesar Rp. 110.000,- perbulan yang disalurkan melalui BNI yang dimasukkan ke rekening KPM dalam Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Dengan KKS, KPM bisa berbelanja berupa beras dan telur di E-Warong setempat. E-Warong inilah yang saat ini kami persiapkan bersama Tim Koordinasi Sosial yang dikepalai oleh Sekda Gresik, dan Saya selaku Sekretarisnya” jelas Sentot.

Terkait BPNT, Hamsah Takim Ketua Kontak Tani Nasional Andalan (KTNA) Kabupaten Gresik yang saat itu hadir menanggapi, bahwa dari sisi kualitas bantuan ini sangat bagus karena dengan nilai nominal Rp. 110.00 sebulan bisa dibelikan beras dengan kualitas premium. Bukan kualitas medium seperti Rastra yang dibagikan selama ini.(PRS/SAHLUL/ZAL)