Sketsa Ekspresionisme Punya Pasar Tersendiri

Karya seni lukis
Karya-karya lukis potret Joko Iwan, eniman asli Gresik itu menyebut karya potretnya sebagai sketsa ekspresionis. FOTO: SUREPLUS.ID/SAHLUL FAHMI

GRESIK-SUREPLUS: Karya seni lukis memiliki berbagai macam aliran di dalamnya. Ada aliran naturalisme, realisme, surealisme, kubisme, dadaisme, impresionisme, ekspresionisme dan sebagainya yang hadir dengan tokoh, penganut serta penggemarnya masing masing.

Karena itu dalam lukis potret pun hasil yang ditampilkan tak harus menyerupai aslinya, seperti yang tampak pada karya-karya lukis potret Joko Iwan. Seniman asli Gresik itu menyebut karya potretnya sebagai sketsa ekspresionis.

“Sebagian orang menyebut karya potret saya dengan scribble art atau sketsa dengan garis-garis yang awut-awutan. Memang ada benarnya dan itu sah-sah saja. Tapi kalau saya lebih suka menyebutnya sebagai sketsa ekspresionis,” papar Joko.

Joko menjelaskan bahwa ada hal dalam karyanya yang merujuk pada aliran seni lukis ekspresionisme yang cenderung mendistorsi kenyataan dengan efek emosional. Sebagai seniman dirinya yakin akan pilihannya tersebut. Joko mengaku dengan gaya ekspresionisnya itu dapat menghadirkan kenikmatan serta kepuasan tersendiri baginya.

“Bukannya saya tidak bisa melukis realis, tapi ada kepuasaan yang saya dapatkan ketika saya menyelesaikan lukisan potret dengan sketsa ekspresionis,” ungkap ayah satu anak ini.

Lebih lanjut Joko menjelaskan, teknik lukisnya ini merupakan penggabungan antara teknik manual dan digital. “Awalnya saya buat sketsa manual di atas kertas ukuran A4 dengan memprioritaskan area mata dan hidung terlebih dulu sebelum berlanjut kebagian lain. Setelah itu baru saya scan menjadi negatif. Outputnya adalah file digital kemudian baru dicetak,” ungkapnya.

Dengan kemampuan serta ciri khas yang unik itu membuat karya Joko memiliki penggemar tersendiri. Meski tidak wajar untuk sebuah lukisan potret pada umumnya, namun salah satu anggota Galeri Senirupa Gresik (GASRUG) itu tak pernah sepi dari pesanan. “Tiap minggu ada saja yang pesan. Kadang potret sendiri atau bersama keluarga,” imbuh ayah satu anak itu.(SAHLUL/ZAL)