Antisipasi Kejahatan Skimming

Bank Tingkatkan Keamanan TI

pembobolan dana nasabah
Subagyo, Pengamat Ekonomi Perbankan dari Universitas Nusantara PGRI Kota Kediri. FOTO; SUREPLUS.ID/AYU CITRA SR

KEDIRI-SUREPLUS: Seiring maraknya kasus pembobolan dana nasabah dengan metode skimming di Tanah Air, termasuk nasabah bank BRI di Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Subagyo, Pengamat Ekonomi Perbankan dari Universitas Nusantara PGRI Kota Kediri, meminta perbankan meningkatkan sistem keamanan dan teknologi informasi (TI).

“Bagi nasabah yang kehilangan uangnya, memang tak perlu khawatir karena pihak perbankan yakni bank BRI telah siap mengganti dana mereka. Namun, hal terpenting saat ini adalah pihak perbankan harus segera meningkatkan sistem keamanan data dan TI yang mereka gunakan,” kata Subagyo, pengamat ekonomi perbankan, dari Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri, saat menghadiri Seminar Bertajuk Jawa Timur Berdialog 2018, yang digelar 19-20 Maret 2018, di Kampus UNP Kediri, Selasa (20/3/2018).

Menurut Subagyo, secara umum pihakya sangat menyesalkan kasus ini menimpa banyak nasabah di penjuru Nusantara. Khususnya bagi 87 nasabah bank BRI di Kabupaten Kediri, yang ikut menjadi korban kejahatan dengan metode skimming.

“Kami yakin, dengan secepat mungkin meningkatkan sistem keamanan dan teknologi informasi, maka hal ini akan memulihkan kepercayaan masyarakat. Terlebih lagi, memang layanan di perbankan kerap kali berkaitan dengan unsur kepercayaan,” katanya.

Dia mencontohkan, hal itu bisa terlihat dari setiap orang yang menyimpan uangnya di bank, baik berupa produk tabungan maupun instrumen investasi lain. Oleh karena itu, tidak mungkin seorang nasabah yang tidak memiliki kepercayaan tinggi, akan dengan mudah menyimpankan uang mereka di bank.

“Di sisi lain, dengan semakin berkembangnya dunia teknologi informasi, maka hal itu juga patut diwaspadai pelaku perbankan pada saat ini. Jangan sampai kasus serupa, misalnya kejahatan dengan modus skimming menimpa nasabah lain,” katanya.

Bagi nasabah, dia berpesan, agar mereka secara rutin mengganti PIN ATM dan memeriksa saldo terakhirnya. Bahkan, tidak mudah percaya atau memberikan PIN ATM mereka kepada orang lain.

“Di lain pihak, bagi petugas berwajib, ada baiknya rutin melakukan patroli 24 jam penuh di berbagai mesin ATM. Seperti yang berada di lingkungan bank maupun mesin ATM yang berada jauh dari lokasi bank tersebut,” katanya.

Sementara itu, Kepala Cabang BRI Kediri, Dadi Kusnadi mengatakan, untuk menyikapi kasus ini maka pihak manajemen BRI, melalui Direktur Utama BRI, Suprajarto, mengklaim telah mengganti uang 87 nasabah BRI di wilayah Kabupaten Kediri. Secara total, besaran dana yang digunakan untuk mengganti uang para korban skimming ini jumlahnya mencapai Rp 100 jutaan. (Ayu Citra SR/ZAL)