Pesona Mistis Pantai Watu Ulo

Pantai Watu Ulo
Disebut Pantai Watu Ulo karena mengacu pada rangkaian batu karang yang memanjang dari pesisir ke laut. FOTO: YOUTUBE

JEMBER-SUREPLUS: Pantai Watu Ulo atau dalam bahasa Jawa berarti Batu Ular, berlokasi di Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, sekitar 40 km sebelah selatan pusat kota Jember. Disebut Watu Ulo karena mengacu pada rangkaian batu karang yang memanjang dari pesisir ke laut.

Pantai ini banyak dikunjungi saat hari libur ataupun hari biasa. Dengan keindahan pantai dan alam sekitar, membuat pantai Watu Ulo terkenal di kawasan Jember. Selain itu, tiap tanggal 7 Syawal atau saat Hari Raya Ketupat, selalu digelar upacara Larung sesaji.

Larung sesaji merupakan sebuah ritual melemparkan sesaji ke dalam laut, dengan menggunakan perahu. Larung sesaji ini adalah bentuk dari rasa syukur masyarakat setempat.

Menjadi keistimewaan tersendiri bagi wisatawan pada saat perayaan tersebut.

Selain melihat langsung ritual yang dilakukan, mereka juga akan disuguhi berbagai macam hiburan yang menarik dan “hunting” kerajinan tangan khas masyarakat setempat pada keesokan harinya.

Di sekitar pantai, pengunjung yang datang juga bisa melihat beberapa spot wisata yang lain, seperti, Goa Jepang, Goa Kelelawar dan beberapa fasilitas pendukung seperti taman bermain dan area berkemah. Goa Jepang merupakan peninggalan jepang yang dibangun saat penjajahan puluhan tahun silam.

Sedangkan lokasi Goa Kelelawar juga masih se-area dengan pantai Watu Ulo. Di dalam goa ini banyak sekali kelelawar, dan hal tersebutlah yang melatarbelakangi nama goa ini. Untuk sampai ke lokasi wisata ini, dapat ditempuh dari dua arah, yaitu dari Timur (Banyuwangi) dan dari Barat (Lumajang).

Banyak sekali kisah kisah mistik tentang pantai yang berada di selatan pulau Jawa ini. Cerita ini beredar luas sehingga banyak orang yang meyakini dari kisah mistis tersebut. Sayangnya cerita tersebut terbagi kedalam beberapa versi.

Ada yang mengatakan pantai ini dulunya dikuasai sesosok ular raksasa yang bernama Nogo Rojo. Dan Nogo Rojo tersebut bertarung dengan penduduk setempat karena perebutan wilayah. Nogo rojo pun berhasil dikalahkan dan tubuhnya dibelah menjadi tiga. Batu bersisik yang menyerupai ular inilah yang akhirnya dipercaya sebagai potongan dari tubuh Nogo Rojo yang terbelah.

Di sisi lain ada yang mengisahkan versi berbeda. Sosok Nogo Rojo adalah utusan Ajisaka yang ada di pantai tersebut untuk bertapa dengan tubuh yang sudah tidak lengkap. Kepala dari Nogo Rojo berada di Banyuwangi sedangkan yang berada di Pantai Watu Ulo adalah bagian badan dan ekornya. (PRS/AZIZ)