Jadi Destinasi Wisata Pilihan

Warga Minati Hutan Joyoboyo

Hutan Joyoboyo
Hutan Joyoboyo di Kota Kediri yang berada di area seluas 2,6 hektar, kini kian diminati dan jadi destinasi wisata baru bagi masyarakat Kota Kediri. FOTO: SUREPLUS/AYU CITRA SR

KEDIRI-SUREPLUS: Hutan kota menjadi area penting di suatu wilayah. Hal ini karena fungsi utama ruang terbuka hijau (RTH) tersebut sebagai paru-paru kota. Tak heran jika Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri mewujudkan salah satu RTH di Timur Stadion Brawijaya, Kota Kediri.

Dinamakan Hutan Joyoboyo. Di area milik PDAM Kota Kediri seluas 2,6 hektar inilah, Pemkot Kediri berupaya merombak kawasan ini menjadi objek wisata kekinian. Namun tetap memberikan ruang tersendiri, terhadap eksistensi sebuah bangunan water torn milik PDAM.

Langkah ini bertujuan menambah wawasan, tentang betapa pentingnya menjaga kelangsungan air bersih bagi masyarakat dan generasi mendatang. Di kawasan ini banyak dijumpai para pengunjung dari berbagai kalangan, khususnya saat libur akhir pekan tiba.

“Ada dari pelajar hingga masyarakat umum yang meluangkan waktunya untuk berwisata, olahraga kecil seperti jogging, maupun hanya sekadar berbincang santai dengan teman sebaya,” kata Supriyadi, salah pengunjung Hutan Joyoboyo, Kota Kediri.

Apalagi, saat malam hari suasananya sangat indah seiring banyaknya lampu yang menghiasi area hutan mini tersebut. Bahkan di sini banyak pepohonan rindang nan hijau yang bisa memanjakan mata. Selain itu, udaranya yang segar dapat membuat suasana hati kembali menyenangkan.

“Apalagi banyak spot foto untuk selfie yang bisa dioptimalkan oleh pengunjung. Misalnya di depan logo dan nama Hutan Joyoboyo, mengingat bentuknya yang mirip bola dunia raksasa. Semakin terlihat unik karena dibuat dengan kreativitas tinggi,” katanya.

Di sisi lain, Ketua Komisi C DPRD Kota Kediri, Reza Darmawan, menyarankan, supaya sarana prasarana di Hutan Joyoboyo ditambah. Khususnya untuk resapan air, karena selama musim penghujan tiba, seringkali terlihat genangan air di objek wisata ini.

“Kalau genangan air ini terus ada, kasihan para wisatawan yang mau berkunjung. Padahal, lokasi Hutan Joyoboyo ini sangat strategis sebagai paru-paru kota dan destinasi wisata baru masyarakat,” katanya.

Untuk mengatasi permasalahan ini, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri, Didik Catur menyampaikan, pada tahun 2018 ini Pemkot Kediri kembali menganggarkan dana pembangunan untuk hutan kota senilai Rp 3,4 miliar.

“Besaran dana ini rencananya dialokasikan untuk mewujudkan sejumlah fasilitas bagi masyarakat,” katanya.

Misalnya saja, lanjut ia, untuk merealisasikan kolam resapan sehingga meminimalkan genangan air. Juga pembangunan taman bermain anak, taman edukasi, bangunan pengomposan dan jembatan. Ke depan, juga ada penambahan beragam pohon hijau dan aneka bunga. (AYU CITRA SR/AZIZ)