Surga Tersembunyi Pantai Teluk Hijau

Pantai Teluk Hijau
Pantai Teluk Hijau, di Banyuwangi merupakan destinasi wisata yang memiliki panorama alam indah dengan perbukitan di sekelilingnya. FOTO: BANYUWANGITOURISM.COM

BANYUWANGI-SUREPLUS: Anda pernah membayangkan sebuah lansekap alam yang sempurna? Cobalah kunjungi Pantai Teluk Hijau, di Banyuwangi. Destinasi wisata di garis pantai selatan Banyuwangi ini memiliki panorama alam indah dengan perbukitan di sekelilingnya.

Teluk Hijau berada di kawasan Taman Nasional Meru Betiri, sekitar 90 km dari pusat kota Banyuwangi. Tepatnya berada di kawasan Desa Sarongan Pesanggaran. Pantai Teluk hijau ini juga berdampingan dengan pantai batu stone beach, yang hanya dibatasi sebuah bukit kecil.

Jadi jika mengunjungi pantai ini, Anda akan mendapatkan keindahan dua pantai sekaligus.

Dinamakan Teluk Hijau karena saat pagi hingga sore hari, air laut di pantai ini berwarna hijau. Hal ini diakibatkan biota laut yang hidup di dasar seperti gangga hijau, sehingga air laut berwarna hijau akibat pantulan sinar matahari.

Teluk Hijau juga merupakan rumah bagi bunga langka dan terkenal, yaitu Raflesia Arnoldii. Di daerah ini juga terdapat Goa Jepang yang menjadi tempat persembunyian para tentara saat berlangsung Perang Dunia II.

Untuk mencapai pantai ini, ada dua jalur yang bisa dilalui yaitu melalui jalur darat dengan melewati jalan setapak dan perbukitan dan jalur laut dengan melewati pantai Rajegwesi. di Pantai Rajegwesi ini ada beberapa perahu nelayan yang di sewakan untuk menuju Teluk Hijau.

Sejumlah spot memiliki keindahannya masing-masing. Sebut saja, air tejun yang berada di tepi pantai yang dikelilingi batu karang yang cantik. Air terjun dengan tinggi sekitar 8 meter tersebut kerap digunakan sebagai tempat bilas alami.

Pantai Teluk Hijau ini mulai dikenal pada pertengahan 2015. Kini traveler mulai banyak yang menjadikan tempat wisata ini menjadi salah satu destinasi yang wajib dikunjungi. Pantai Teluk Hijau ini relatif aman untuk berenang.

Ombaknya tidak terlalu berbahaya namun tetap harus waspada. Tapi yang lebih menarik lagi di tempat yang sama terdapat pantai Batu. Benar, pantai ini dinamakan batu karena pesisir pantainya bukan ditutupi pasir putih nan lembut, melainkan hampir seluruhnya ditutupi oleh bebatuan yang bersih. Susunan bebatuan di Pantai Batu ini seperti tertata rapi. Padahal, bebatuan tersebut tersusun secara alami. (PRS/AZIZ)