Menkeu: Pemanfaatan Anggaran Pendidikan Belum Optimal

anggaran pendidikan
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memberikan keynotespeech dalam acara Learning Innovation Summit 2018 di The Kasablanka Hall, Mall Kasablanka, Jakarta (14/03/2018). FOTO: KEMENKEU

JAKARTA–SUREPLUS: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengeluhkan pemanfaatan anggaran pendidikan yang belum optimal. Padahal, menurutnya Pemerintah Indonesia sangat peduli dengan pengembanganan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui anggaran sebesar 20 persen bagi sektor pendidikan.

Hal ini disampaikan oleh Menkeu saat memberikan keynote speech pada acara Learning Innovation Summit 2018 dengan topik “Efisiensi Anggaran Pendidikan untuk Hasil Belajar yang Lebih Baik” di The Kasablanka Hall, Mall Kasablanka, Jakarta, pada Rabu (14/03).

Sebagai pembanding, Menkeu mencontohkan Vietnam yang juga mengalokasikan 20% alokasi budget-nya di sektor pendidikan namun menghasilkan The Programme for International Student Assessment (PISA) Score yang lebih baik dari Indonesia.

“It’s almost ten years sesudah Indonesia mulai mengalokasikan 20 persen anggarannya untuk pendidikan. Policy yang sama dialokasikan adalah di Vietnam. Namun hasil di Vietnam paling tidak kalau dilihat dari PISA Score-nya jauh lebih baik daripada Republik Indonesia,” contoh Menkeu seperti dilansir dari website resmi Kementrian Keuangan.

Oleh karena itu, ia mengajak agar para stakeholders pendidikan agar dapat mengoptimalkan anggaran pendidikan yang sebesar 20 persen itu agar berdampak positif pada kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia.

  • Baca: Membawa Uang Kertas Asing Rp 1 M Lintas Pabean Didenda

“So, it’s not a problem of policy allocation of budget. The problem is how we are going to get the best result out of it,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menkeu juga mengapresiasi inisiatif yang dilakukan oleh Ruang Guru sekelompok anak muda yang mencoba memberikan wadah bagi anak-anak untuk dapat belajar secara lebih efektif.(PRS/ZAL)